Jumat, 23 April 2021 09:12

Diduga Ada Keterlibatan Oknum, Kuasa Hukum Korban Penganiayaan: Penanganan Terkesan "Lemot"

Rabu, 06 Januari 2021 15:26 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Teguh Prayitno
Diduga Ada Keterlibatan Oknum, Kuasa Hukum Korban Penganiayaan: Penanganan Terkesan "Lemot"
Syaiful Bahri. (foto: ist)

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kasus penganiayaan dan penyekapan yang menimpa Syaiful Bahri (35), seorang duda di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi yang dilaporkan ke Polresta Banyuwangi, hingga saat ini belum ada kejelasan.

Hery Sampurno, S.H., Kuasa Hukum Syaiful Bahri menyayangkan penanganan penyidik Polresta Banyuwangi yang terkesan "lemot" dalam menangani laporan kliennya.

"Masa kasus penganiayaan sudah terang dan jelas kok malah belum ditangani, apa karena ada dugaan keterlibatan oknum polisi," kata Herry.

Hery berharap penyidik tetap profesional dalam menjalankan tugas penyidikan tanpa ada tekanan dari siapa pun. Meski saat kejadian yang dialami kliennya ada oknum Satpolair Polresta Banyuwangi di dalam mobil.

BACA JUGA : 

Bos Baby Lobster, Oknum Polisi, dan Kades yang Tertangkap Nyabu Hanya Direhabilitasi

Teka-Teki Uang Rp500 Juta dan 3 Tahanan Narkoba Polresta Banyuwangi yang Keluar Sel Dikawal Perwira

Sukses Bekuk Oknum Saat Pesta Narkoba, Tim Tipidsus Polresta Banyuwangi Dapat Penghargaan

Investasi Bodong di Banyuwangi, Polisi Periksa Terlapor Wanita Cantik

"Kami selaku kuasa hukum berharap pelaku segera diproses biar jadi contoh kepada masyarakat luas bahwa tindakan semena-mena itu tidak dibenarkan," kata Hery.

Hery menuturkan, akibat kejadian penganiayaan yang dialami kliennya tersebut, kliennya tidak bisa bekerja karena sakit di bagian leher dan hanya bisa berbaring lemas di tempat tidur.

Selanjutnya, Hery berharap proses penanganan kasus kliennya yang sudah dilaporkan dapat segera mungkin ditangani agar dijadikan contoh kepada masyarakat bahwa siapa pun tidak bisa berbuat semena-mena memukuli orang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Syaiful Bahri yang sehari-harinya bekerja sebagai mekanik tersebut janjian bertemu kekasihnya di sebuah supermarket yang ada di Banyuwangi. Namun, dalam pertemuan tersebut terjadi pertengkaran cekcok mulut di antara keduanya.

"Sehingga kekasihnya itu memilih pergi serta meninggalkan sebuah handphone di dalam mobil Syaiful," kata Hery.

Tak berselang lama, Syaiful yang sedang dalam perjalanan pulang bersama temannya dihubungi Anis Mahdi, Warga Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo. Anis yang merupakan mantan suami kekasihnya tersebut menelepon dan menanyakan lokasi keberadaannya. Mereka pun bertemu dengan Anis di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Kalipuro, tepatnya sebelah utara Mirah Hotel.

"Setelah bertemu, tanpa basa-basi Anis langsung memukul dan menghajar Syaiful," kata Hery.

Bahkan, lanjut Hery, beberapa orang yang satu mobil bersama Anis, termasuk mantan mertua kekasihnya, H. Dul Aris, juga ikut menganiaya. Melihat hal itu, teman yang satu mobil dengan Syaiful mencoba menolongnya. Namun, tidak diperbolehkan oleh gerombolan orang yang bersama Anis.

Tak sampai di situ, imbuh Hery, Syaiful yang tak berdaya tersebut dibawa masuk ke dalam mobil yang dibawa Anis dan disekap. Mobil itu pun melaju ke arah selatan hingga lampu merah Sukowidi, kemudian kembali lagi ke arah utara.

"Saat di dalam mobil, Syaiful masih dihajar bertubi-tubi hingga babak belur," ujar Hery.

Di tengah perjalanan, kata Hery, ada oknum Anggota Satpolair Polresta Banyuwangi yang masuk ke mobil tempat kliennya disekap. Oknum polisi itu pun hanya diam tidak melakukan tindakan sama sekali melihat kliennya dihajar di dalam mobil. Selanjutnya, kliennya itu pun digelandang ke Markas Satpolair, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

"Saat berada di Markas Satpolair Polresta Banyuwangi, Syaiful ini justru disuruh mengakui telah melakukan pencurian handphone milik mantan istri Anis yang tertinggal di dalam mobilnya. Syaiful juga dituduh telah melakukan perzinaan. Padahal dia tidak melakukannya," ujarnya.

Dikatakan Hery, kliennya juga sempat diintervensi oleh oknum polisi tersebut dengan menunjukkan sebuah pistol yang ada di pinggangnya. Namun, Syaiful bersikukuh tidak mengakui semua tuduhan tersebut.

"Hingga dibawa ke Polresta Banyuwangi untuk diproses lebih lanjut dan pada akhirnya klien kami disuruh membuat surat pernyataan damai," terang Hery.

Sementara itu, Kanit Harda Polresta Banyuwangi Iptu Didik Hariyanto saat diwawancarai via telepon terkait perkembangan proses laporan mengatakan jika saat ini prosesnya sudah naik ke sidik dan tinggal menunggu laporan ke kasat yang baru karena ada pergantian kasat reskrim.

"Sudah naik sidik, Mas. Tinggal menunggu kasat baru, langsung lanjut lagi," kata Didik. (guh/zar)

BJ Habibie juga Kalah dengan Orang Madura
Jumat, 23 April 2021 00:41 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ternyata tidak hanya Gus Dur yang kalah dengan orang Madura (Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (6). BJ Habibie juga kalah dengan Orang Madura. Dalam Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan edisi ke-11, M Mas’ud Adnan – sang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Jumat, 23 April 2021 06:48 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...