KH As'ad Said Ali. foto: ist./ bangsaonline.com
Terlebih lagi pada era medsos atau pasca kebenaran. “Pencitraan menjadi elemen penting dalam politik. Misalnya dalam pemilu presiden di Amerika Serikat, meskipun perolehan suara Trump kalah, masih ngeyel dengan berbagai macam intrik mengaku menang. Timbullah drama politik yang lucu-lucu,” katanya.
Makanya, menurut Kiai As’ad Said Ali, para ulama membagi politik menjadi dua, yaitu politik kasta rendah (siyasah safilah) - politik semata untuk mencari kekuasaan belaka dan satunya lagi politik kasta tinggi (siyasah ‘aliyah)- politik yang mengutamakan kemaslahatan bangsa atau masyarakat.
“Jadi selalu ada pilihan, terserah anda. Yang jelas Pancasila mengajarkan politik yang etis dan bahkan relijius,” jelasnya.
Seperti dibeitakan, saat menyusuri kawasan Thamrin Jakarta, Risma sempat bertemu dengan 3 orang tunawisma. Mensos yang baru dilantik itu lalu mengajaknya ke tempat penampungan. Salah satu tunawisma yang ditemui Risma bernama Fitri. Ia mengaku tak punya rumah.
"Ibu mau ikut saya ya. Nanti saya kasih tempat tinggal. Mau ya? Mau? Tapi Ibu jangan ke mana-mana. Nanti ada yang jemput," kata Risma dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (4/1).
Tapi saat dijemput, ternyata Fitri malah kabur. Hanya tersisa 2 tunawisma lainnya, yakni Faisal dan Kastubi. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




