Jumat, 30 Juli 2021 14:25

Tafsir Al-Kahfi 46: Al-Baqiyat Al-Shalihat

Senin, 28 Desember 2020 13:13 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 46: Al-Baqiyat Al-Shalihat
Ilustrasi guru sedang mengajar mengaji. foto: Taufiq/ Masalembo.com

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

46. almaalu waalbanuuna ziinatu alhayaati alddunyaa waalbaaqiyaatu alshshaalihaatu khayrun ‘inda rabbika tsawaaban wakhayrun amalaan

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

TAFSIR AKTUAL

BACA JUGA : 

Tafsir Al-Kahfi 66-68: Nabi Khidir A.S. Mengkritik Pengajaran Model Klasikal

Tafsir Al-Kahfi 65: Nabi Khidir A.S. Sudah Wafat

Tafsir Al-Kahfi 65: Khidir A.S., Nabinya Komunitas Green Peace

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Guru Mendatangi Murid atau Murid Mendatangi Guru

Al-baqiah, artinya sesuatu yang tetap, yang terus ada, yang tersisa. Al-shalihah, artinya yang bagus. Suatu amal yang bagus yang tetap ada hingga bisa dinikmati di akhirat nanti, itulah al-baqiyat al-shalihat. Bisa berupa perbuatan (fi'liyah) dan bisa berupa perkataan (qauliyah).

Sektor amal perbuatan seperti mewakafkan sebagian harta lillahi ta'ala, membuat sumur, saluran air, irigasi untuk semua kebutuhan makhluk. Selain itu bisa membuat jalan, jembatan, menanam pohon, penghijauan, sungguh amal-amal mulia, yang bukan hanya manusia saja yang menikmati, jin dan binatang melata dan jasad renik pun mengucapkan terima kasih.

Sektor ucapan, ada al-baqiyat al-shalihat yang "qashirah", kebajikannya bersifat pribadi, untuk diri sendiri dan ada yang "muta'addiyah", kebajikannya dinikmati pula oleh orang lain.

Al-qashirah berupa kalimah-kalimah thayyibah apa saja. Semisal Subhan Allah, wa al-hamd li Allah, wa la ilah illa Allah, wa Allah akbar, wa la haul wa la quwwah illa bi Allah al-'aliy al-'adhim. Pewirid kalimah ini tercatat sebagai orang shalih spiritual, tetapi hanya untuk diri sendiri.

Sedangkan al-muta'addiyah seperti mendidik, mengajarkan ilmu, dan pengetahuan, membimbing membaca al-qur'an, melatih kerja, keterampilan, dan sebagainya, maka kebagusannya bisa dinikmati orang lain. Inilah yang disebut ilmu manfaat, kebajikannya terus berjalan menambah pundi-pundi pahala.

Bila harus dipilah secara tegas dan mudah, maka ladang itu ada dua. Ada ladang dunia, yaitu harta dan anak keturunan dan ada ladang akhirat, yaitu al-baqiyat al-shalihat. Kadang ada orang yang punya keduanya: ladang dunia dan ladang akhirat dan itu hebat. Kadang punya sebagian dan sebagian. Yang dihindari adalah jangan sampai tidak punya ladang akhirat.

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...