Pembangunan TPA Wonokerto, Pasuruan.
"Dari banyaknya item itu, proses pelaksanaan harus dipersiapkan semaksimal mungkin. Kami lakukan yang urgen-urgen dulu. Ini menjadi metode yang kami pakai dalam menjalankan pekerjaan," bebernya.
Ia pun mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak terkait, atas kelancaran pelaksanaan pembangunan proyek TPA setempat. Selain kepada Tuhan Yang Maha Esa, rasa terima kasih juga disampaikannya kepada Pemkab Pasuruan, jajaran DLH Kabupaten Pasuruan, Merak Jaya Beton, Merak Jaya Precast, Nusantoro Beton Indonesia, Intidi Beton Precast, Raja Beton, Union Metallindo, UD. Meranti dan rekan-rekan supplier lain.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan konsultan pengawas dari CV Idea Karya Nusa, masyarakat Desa Oro-oro Ombo Kulon Kecamatan Rembang, masyarakat Desa Wonokerto Kecamatan Sukorejo, serta Pemuda Pancasila, dan rekan-rekan pelaksana dari Era Jaya Wijaya, Mustika Berlian Istimewa, dan juga Kawan Kontruksi,” paparnya.
Munandar juga berharap agar TPA Wonokerto bisa segera dioperasikan. Sehingga, manfaatnya bisa dirasakan. Sementara Wabup Pasuruan, KH. Mujib Imron saat melakukan sidak ke lokasi pembangunan mengaku cukup puas terhadap kinerja para rekanan yang notebene adalah putra daerah. Sebab, hasil yang dikerjakan cukup baik.
"Dari pantauan kami di lokasi, hasil pekerjaannya cukup baik," jelasnya saat melakukan peninjauan di TPA Wonokerto beberapa waktu yang lalu.
Gus Mujib, sapaan KH. Mujib Imron mengupayakan agar TPA Wonokerto bisa segera dioperasikan. Hal ini seiring dengan kondisi TPA Kenep yang sudah overload.
Ia juga berharap, keberadaan TPA Wonokerto tidak sekadar menjadi tempat penampungan sampah. Tetapi juga memberi nilai dan manfaat bagi masyarakat sekitar untuk mendorong peningkatan ekonomi dari pengolahan sampah.
"Sampah bisa menjadi emas kalau diolah dengan baik. Kami berharap, sampah-sampah di TPA Wonokerto nantinya bisa memberi manfaat dan nilai bagi masyarakat. Sehingga, perekonomian mereka terangkat," ujarnya. (bib/par)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




