Rabu, 28 Juli 2021 20:50

​Calon Wali Kota-Bupati yang Menang Jangan Tasyakuran, Ini Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir

Sabtu, 12 Desember 2020 08:08 WIB
Editor: mma
​Calon Wali Kota-Bupati yang Menang Jangan Tasyakuran, Ini Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir
KH Afifuddin Muhajir. foto: mma/ bangsaonline.com

SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Pakar Ushul Fiqh KH Afifuddin Muhajir menegaskan bahwa pada dasarnya jabatan adalah amanat. Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo itu lalu mengutip sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam kepada Abu Dzarr:

إنها أمانة و إنها يوم القيامة خزي و ندامة

Artinya, Sungguh jabatan itu adalah amanah dan menjadi (sebab) kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat.

“Tapi bagi orang yang mampu menjadikan jabatan sebagai ajang perjuangan dan mendapatkannya dengan cara dan proses yang benar, jabatan merupakan nikmat dan menjadi jalan tol menuju surga,” kata Kiai Afifuddin Muhajir kepada bangsaonline.com, Sabtu (12/12/2020).

BACA JUGA : 

​Tasyakuran Milad 19 Tahun, PKS Jatim Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Pembelaan pada Rakyat

Kiai Lim Restui Istrinya Dipinang Sebagai N1 atau N2 pada Pilkada Pasuruan 2024 Mendatang

Santer Soal Tasyakuran Dibubarkan Kapolsek Krian, Begini Penjelasan Kades Sidomulyo

Pelantikan Bupati Gresik Terpilih Diundur 25-26 Februari

Kiai santun yang selalu berpenampilan sederhana itu lalu mengutip Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

يوم من إمام عادل خير من عبادة ستين سنة

Artinya, (Kebijakan) satu hari saja dari pemimpin yang adil lebih baik dari ibadah selama 60 tahun.

“Karena jabatan lebih tampak dimensi amanahnya, maka orang yang mendapatkannya melalui pilkada misalnya, sebaiknya tidak perlu mengadakan tasyakuran,” kata Kiai Afifuddin mengimbau.

Lalu bagaimana untuk menyikapi kemenangan itu? “Kalau harus mengadakan acara, seharusnya tidak diniati tasyakuran, melainkan selametan dengan harapan bisa mampu menunaikan amanat dengan sebaik-baiknya,” tegas Wakil Rais Syuriah PBNU yang akan mendapat anugerah gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jawa Tengah itu. (mma).

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...