Debat Pilkada Trenggalek putaran terakhir. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Calon Wakil Bupati Trenggalek, Zaenal Fanani, terkesan enggan memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Calon Wakil Bupati Trenggalek Syah Natanegara, dalam debat putaran terakhir dengan tema "Sosial, Budaya, dan Kebangsaan". Debat itu disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi, dua hari yang lalu.
Ketika itu memasuki segmen ke-4, moderator mempersilakan Cawabup Syah Natanegara mengajukan pertanyaan pada Cawabup Zaenal Fanani.
BACA JUGA:
- Jelang Debat Publik Terakhir Pilbup Kediri 2024, KPU Gelar Media Briefing
- Debat Kedua Pilwalkot Malang, Koalisi Rakyat Peduli Wong Cilik Jadi dalam Visi-Misi Paslon Abadi
- Debat Publik ke-2 Pilbup Nganjuk, Aushaf Fajr: Ungkap Visi-Misi dan Terobosan Tentang Desa Digdaya
- Inilah 7 Panelis Debat Kedua Pilgub Jatim 2024 yang Diselenggarakan KPU
"Pertanyaan saya adalah, sekitar seminggu yang lalu saya membaca media online. Di situ mengatakan bahwasanya Pak Totok (Cabup Alfan Riyanto) akan membangun museum reog. Pertanyaan saya mengapa reog ini kok akan dimuseumkan," kata Syah dalam debat malam itu, Minggu (29/11).
Mendapat pertanyaan seperti itu, Cawabup Zaenal justru menilai pertanyaan yang diajukan oleh Cawabup Syah tidak relevan.
"Ini mungkin gak relevan ya, kalau sudah kami, karena memang yang menyangkut dengan pertanyaan Pak Totok. Jadi mungkin kami mengklarifikasi," jawab Zaenal dengan kalimat yang tak teratur.
Zaenal mengatakan bahwa kesenian asli Trenggalek memang Turonggoyakso. Namun di samping Turonggoyakso, terdapat pula kesenian reog yang aslinya dari Ponorogo.
Saat ini, kesenian reog juga sudah mengakar dan banyak berkembang di Trenggalek itu. Karena itu, jelas Zaenal, alasan pihaknya mendirikan museum reog untuk melestarikan kesenian tersebut agar tetap bisa berdikari di Kabupaten Trenggalek.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




