Bupati Tuban, H. Fathul Huda menyerahkan BST Covid-19 secara simbolis.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 33 ribu lebih masyarakat di Kabupaten Tuban menerima Bantuan Sosial Tunai (BST). Bantuan ini merupakan stimulus untuk warga yang terdampak Pandemi Covid-19, bertujuan membuat roda ekonomi masyarakat kembali berputar.
Bupati Tuban, H. Fathul Huda mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melambat. Banyak masyarakat yang mengalami penurunan penghasilan, bahkan sampai kehilangan mata pencaharian.
BACA JUGA:
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
- Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Tuban Perketat Pengawasan Bahan Pokok
- Pemkab Tuban Siapkan Rekrutmen Berbasi Talenta untuk Isi 8 Kursi OPD yang Masih Kosong
“Bantuan sosial yang disalurkan semoga bisa membantu dalam memperkuat ekonomi keluarga di tengah masa pandemi Covid-19,” tutur Bupati Tuban, H. Fathul Huda saat memantau langsung proses penyaluran BST di Desa Pucangan dan Sumurgung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Minggu (8/11).
Di hadapan masyarakat penerima BST, bupati dua periode itu mengungkapkan, proses penyaluran BST tahap 8 berjalan dengan lancar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Di antaranya wajib menggunakan masker, serta jarak antrean antar KPM (Keluarga Penerima Manfaat) diatur sedemikian rupa untuk mencegah kerumunan.
“Rencananya, BST tahap 9 untuk bulan Desember akan diserahkan di akhir bulan ini,” ungkapnya.
Bupati Huda menekankan agar penyaluran BST tepat sasaran. Masyarakat yang dinilai berhak menerima harus terdata dengan rinci, nama dan alamatnya. Data penerima bansos akan disinkronkan, sehingga tidak ada masyarakat yang menerima bansos ganda.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




