PAPARKAN PROGRAM: BHS berdialog dengan komunitas Milenial Krian, di Krian, Sabtu (7/11) sore. foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE
Ruang Kreativitas Milenial ini, kata BHS, bisa dimanfaatkan para milenial selama 24 jam. Targetnya, fasilitas Ruang Kreativitas Milenial itu bakal didirikan di setiap kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. "Namun untuk awal, bakal disiapkan di wilayah timur, barat, selatan, utara, dan tengah Sidoarjo," ungkapnya.
Dijelaskan BHS, untuk mendukung munculnya ide-ide kreatif para milenial itu, Ruang Kreativitas Milenial itu rencananya akan didirikan di lokasi yang berlatar belakang pemandangan laut, pegunungan, dan pertanian. "Di tempat tersebut, para milenial bisa mengimplementasikan kreativitas mereka," harap mantan anggota DPR RI ini.
BHS pun berharap hasil kreasi para milenial Sidoarjo itu, nantinya bisa bersaing sehingga juga bisa mengenalkan potensi-potensi Kota Delta ke seluruh Indonesia, bahkan mendunia. "Kami BHS dan Taufiq, sangat peduli dan menghargai potensi kreativitas kaum milenial di Sidoarjo," tandas alumni Perkapalan ITS Surabaya ini.
Sementara itu, Pembina Milenial Krian, Rudi Susanto menyatakan, visi-misi dan program BHS-Taufiq bisa menginspirasi anak-anak muda yang kreativitasnya tidak bisa dibendung. "Alhamdulillah, hari ini kita dapat pencerahan dari pak BHS, sehingga bisa semakin yakin untuk melangkah jauh," ungkap Rudi.
Dia menjelaskan, sangat mendukung program BHS-Taufiq yang memberi fasilitas bagi para milenial Sidoarjo. Di antaranya program bantuan modal bagi para enterpreneur muda dan program Ruang Kreativitas Milenial. "Kita kaum milenial, sangat sepakat dengan program tersebut," tandasnya.
Rudi menyebut, puluhan pemuda yang tergabung dalam Milenial Krian yang ikut berdialog dengan Cabup BHS, berasal dari sejumlah komunitas pemuda. Yakni komunitas Desainer Kreatif, komunitas "Dolor Move On" yang bergerak di bidang sosial, dan komunitas anak-anak voli. (sta/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




