Minggu, 29 November 2020 09:41

Istirahat, Pekerja Tambang di Ngawi Tewas Usai Dihantam Longsoran Batu Galiannya

Senin, 26 Oktober 2020 17:36 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
Istirahat, Pekerja Tambang di Ngawi Tewas Usai Dihantam Longsoran Batu Galiannya
Proses evakuasi jenazah korban oleh petugas dibantu warga.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Nasib nahas dialami Sukimin (55). Warga Dusun Malang, Desa Karang Gupito, Kecamatan Kendal, Ngawi ini tewas saat sedang menggali di tambang batu tradisional, Senin (26/10).

Peristiwa yang terjadi di Dusun Malang, desa setempat itu berawal sewaktu Sukimin bersama Suprapto (36) dan Sugito (30) berangkat kerja sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka bertiga mengawali rutinitas setiap hari dengan menambang batu di lokasi tambang milik Kadiyem (almh). Setelah sampai di lokasi tempat kerja, mereka langsung menggali di sekitar ketinggian 30 meter dari atas tanah. 

Lalu sekitar satu jam kemudian, korban beristirahat di tempat lokasi menggali. Tiba-tiba batu yang telah digali oleh korban dkk mendadak longsor dan bebatuan tersebut menimpanya yang sedang beristirahat di bawah.

Melihat kejadian tersebut, kedua teman korban langsung melaporkan kejadian tersebut pada pihak dusun dan langsung diteruskan ke Kantor Polsek Kendal.

"Jadi, awalnya mereka bertiga memulai menggali batu dari pagi lalu mendadak batu yang digali korban longsor dan menimpa korban," jelas Sujito, Kasun Malang kepada BANGSAOLINE.com.

Setelah menerima laporan tersebut, anggota Polsek Kendal bersama Tim Inafis dari Polres Ngawi melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Kondisi jenazah korban mengalami patah tulang iga bagian kiri, tulang dahi sebelah kiri retak, dan kaki kiri bagian lutut.

Dari informasi Kapolsek Kendal AKP Suparno, bahwa tambang batu tradisional tersebut sudah seringkali diingatkan. Namun alasan warga bahwa menggali batu merupakan salah satu mata pencaharian bagi warga setempat.

Dari pihak keluarga korban sendiri telah menyatakan bahwa kematian korban merupakan musibah dan tidak akan menuntut pihak manapun. Selain itu pihak keluarga korban juga keberatan jenazah diotopsi.

"Kita sebenarnya sudah sering kali mengingatkan pada warga bahwa menggali batu secara tradisional berbahaya. Kejadian seperti ini sudah sering kali terjadi akan tetapi warga masih selalu melakukan," terang AKP.Suparno. (nal/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...