Minggu, 06 Desember 2020 08:39

​Buka Konferwil AMSI Jatim, Gubernur Khofifah Sebut Jadi Momen Tepat Perangi Hate Speech

Sabtu, 24 Oktober 2020 21:16 WIB
Editor: Tim
​Buka Konferwil AMSI Jatim, Gubernur Khofifah Sebut Jadi Momen Tepat Perangi Hate Speech
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (foto: ist)

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membuka gelaran konferwil atau Konferensi Wilayah Kedua AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) Jatim di Hotel Ciptaningati Kota Batu, Sabtu (24/10/2020) pagi.

Tak hanya membuka rangkaian acara, Gubernur Khofifah juga menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional bertajuk "Kolaborasi Strategis Pemerintah Daerah dan Media Siber". Konferwil atau Konferensi Wilayah Kedua AMSI Jatim ini rencananya akan digelar selama dua hari, yaitu 24-25 Oktober 2020.

Sesuai dengan tema yang diusung, yaitu 'Konten Sehat, Media Kuat, Industri Hebat', Gubernur Khofifah pun mendukung penuh atas upaya AMSI tersebut, utamanya dalam memerangi hate speech atau ujaran kebencian.

"Temanya adalah bagaimana kontennya sehat, medianya kuat, industrinya hebat, ini menurut saya adalah satu kesatuan dan saya ingin meng-underline pentingnya menghindari hate speech," tutur Khofifah kepada awak media.

Tak hanya mendukung, dirinya juga menyebut bahwa ini adalah momentum yang tepat dalam menjelang perayaan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan mendatang. Oleh sebab itu, dirinya mengajak seluruh media siber yang tergabung dalam AMSI untuk menyebarkan semangat kerukunan dan persatuan dan saling menghormati guna memerangi hate speech.

"Ayo bangun seduluran guyub rukun, bangun persatuan dan persaudaraan yang tetap menghormati satu dengan yang lain," imbuh Khofifah.

Selain itu, dirinya juga menambahkan, peran media yang lebih positif dan masif juga akan menjadi salah satu cara perhitungan Indeks Demokrasi Indonesia. Dengan semakin berkembangnya media siber di Indonesia, dirinya pun meyakini bahwa hal ini akan meningkatkan Indeks Demokrasi Indonesia.

Terakhir, kepada seluruh anggota AMSI, Gubernur Khofifah berharap agar Konferwil kedua ini bisa menjadi ajang pengayaan terhadap kolaborasi pemerintah daerah dengan media siber. Pengayaan yang dimaksud Gubernur Khofifah adalah pemikiran-pemikiran yang sifatnya out of the box dan genuine.

"Kita berharap bahwa Konferwil AMSI ini akan jadi pertemuan strategis di mana bisa dijadikan kesempatan untuk mengambil keputusan-keputusan strategis. Bahkan, pasti akan banyak pemikiran-pemikiran out of the box," tutur Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Ketua AMSI Jatim, Arief Rahman menyatakan optimismenya bahwa melalui Konferwil Kedua AMSI Jatim ini, tak hanya pembaharuan pengurus untuk periode 2020-2023, namun juga sebagai kesempatan untuk penentuan program-program kerja strategis bagi AMSI.

"Ini sebagai momentum penting untuk keberlangsungan AMSI tak hanya penentuan pengurus tetapi juga program-program utama di AMSI dalam memajukan media siber di Jatim," tutur Arief.

Tema 'Konten Sehat, Media Kuat, Industri Hebat', lanjut Arief, dipilih sebagai bentuk kesiapan menyongsong era kolaborasi menghadapi kondisi media massa di tengah dan pasca pandemi.

"Kami berupaya sekuat tenaga memajukan media siber agar menghasilkan konten-konten yang sehat bagi publik, perusahaannya pun semakin kuat dan profesional. Didukung industri hebat yang lebih memilih media yang steril dari hoaks dan hate speech," pungkas Ketua AMSI Jatim, Arief Rahman. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...