Jumat, 26 Februari 2021 05:45

​Jual Makanan Demi Beli Kuota Internet Belajar Online, Bocah di Banyuwangi Dihukum Bersihkan Toilet

Kamis, 22 Oktober 2020 16:33 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Teguh Prayitno
​Jual Makanan Demi Beli Kuota Internet Belajar Online, Bocah di Banyuwangi Dihukum Bersihkan Toilet
Tiga bocah ini tak kapok meski dua kali ditertibkan Satpol PP. Mereka tetap berjualan makanan pada para pengguna jalan di perempatan lampu merah, Lateng Banyuwangi. Uang yang mereka peroleh untuk membeli kuota internet belajar online dan sebagian diberikan kepada orang tuanya yang penghasilannya merosot akibat pandemi Covid-19. foto: teguh/ bangsaonline.com

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Tiga bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), terpaksa berpanas-panasan menjajakan dagangan berupa cilok dan gorengan tahu ke para pengguna jalan di perempatan lampu merah, Lateng Banyuwangi.

Mereka yang terdiri dari dua bocah laki-laki yakni DV (13), BG (12) dan seorang bocah perempuan berinisial GT (12) ini mengaku, berjualan menjadi satu-satunya cara agar mereka mendapatkan uang untuk membeli kuota internet selama sekolah online. Sisanya untuk uang jajan dan dikasihkan kepada orang tuanya.

Mereka yang berasal dari keluarga tak mampu itu mengaku, kedua orang tuanya saat ini tak memiliki penghasilan mencukupi untuk membeli kuota internet, lantaran pekerjaannya sepi imbas pandemi Covid 19.

"Saya sekolahnya sekarang pakai handphone dan harus punya kuota. Sedangkan bapak saya sopir truk dan jarang kerja. Jadi hasil saya jualan, selain buat beli kuota internet juga untuk bantu orang tua," kata GT yang duduk di bangku kelas enam SD saat ditemui bangsaonline.com di tempat mangkal jualannya, Kamis (22/10/2020).

Hal senada juga diungkapkan DV yang saat ini duduk di bangku sekolah kelas satu SMP. Ia dan teman-temanya mengaku, meski kelelahan, namun ia bertekad membantu orang tuanya.

Mereka juga mengaku, tidak malu untuk berjualan di pinggir jalan, meskipun harus kehilangan jam bermainnya.

"Yang penting pulang bisa bawa uang untuk tambahan penghasilan keluarga," katanya polos.

Meski demikian bukan berarti tanpa halangan. Tiga bocah asal Kelurahan Kampung Melayu ini, sudah dua kali ditertibkan Satpol PP. Namun, mereka mengaku tidak kapok.

"Dua kali kami ditertibkan. Pertama hanya diperingati, yang kedua dibawa ke kantor Satpol PP dan dihukum untuk membersihkan toilet," ungkap DV dengan polosnya.

"Kita tidak kapok untuk jualan. Karena, jika kita tidak jualan, selain tidak bisa mengikuti sekolah online, untuk kebutuhan keluarga makan di rumah bagaimana," katanya.

Namun, mereka berjanji jika sudah masuk sekolah seperti biasanya dan penghasilan orang tua mereka normal kembali, mereka tidak akan jualan dan akan fokus untuk belajar. (guh)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Kamis, 25 Februari 2021 07:52 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dahlan Iskan, wartawan kondang ini memang punya wawasan luas tentang ekonomi. Maklum, ia punya background sebagai pengusaha sukses. Bahkan mantan menteri BUMN. Maka ketika menulis tentang revaluasi aset negara sangat...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 20 Februari 2021 09:40 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...