Kamis, 03 Desember 2020 06:09

​Jual Makanan Demi Beli Kuota Internet Belajar Online, Bocah di Banyuwangi Dihukum Bersihkan Toilet

Kamis, 22 Oktober 2020 16:33 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Teguh Prayitno
​Jual Makanan Demi Beli Kuota Internet Belajar Online, Bocah di Banyuwangi Dihukum Bersihkan Toilet
Tiga bocah ini tak kapok meski dua kali ditertibkan Satpol PP. Mereka tetap berjualan makanan pada para pengguna jalan di perempatan lampu merah, Lateng Banyuwangi. Uang yang mereka peroleh untuk membeli kuota internet belajar online dan sebagian diberikan kepada orang tuanya yang penghasilannya merosot akibat pandemi Covid-19. foto: teguh/ bangsaonline.com

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Tiga bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), terpaksa berpanas-panasan menjajakan dagangan berupa cilok dan gorengan tahu ke para pengguna jalan di perempatan lampu merah, Lateng Banyuwangi.

Mereka yang terdiri dari dua bocah laki-laki yakni DV (13), BG (12) dan seorang bocah perempuan berinisial GT (12) ini mengaku, berjualan menjadi satu-satunya cara agar mereka mendapatkan uang untuk membeli kuota internet selama sekolah online. Sisanya untuk uang jajan dan dikasihkan kepada orang tuanya.

Mereka yang berasal dari keluarga tak mampu itu mengaku, kedua orang tuanya saat ini tak memiliki penghasilan mencukupi untuk membeli kuota internet, lantaran pekerjaannya sepi imbas pandemi Covid 19.

"Saya sekolahnya sekarang pakai handphone dan harus punya kuota. Sedangkan bapak saya sopir truk dan jarang kerja. Jadi hasil saya jualan, selain buat beli kuota internet juga untuk bantu orang tua," kata GT yang duduk di bangku kelas enam SD saat ditemui bangsaonline.com di tempat mangkal jualannya, Kamis (22/10/2020).

Hal senada juga diungkapkan DV yang saat ini duduk di bangku sekolah kelas satu SMP. Ia dan teman-temanya mengaku, meski kelelahan, namun ia bertekad membantu orang tuanya.

Mereka juga mengaku, tidak malu untuk berjualan di pinggir jalan, meskipun harus kehilangan jam bermainnya.

"Yang penting pulang bisa bawa uang untuk tambahan penghasilan keluarga," katanya polos.

Meski demikian bukan berarti tanpa halangan. Tiga bocah asal Kelurahan Kampung Melayu ini, sudah dua kali ditertibkan Satpol PP. Namun, mereka mengaku tidak kapok.

"Dua kali kami ditertibkan. Pertama hanya diperingati, yang kedua dibawa ke kantor Satpol PP dan dihukum untuk membersihkan toilet," ungkap DV dengan polosnya.

"Kita tidak kapok untuk jualan. Karena, jika kita tidak jualan, selain tidak bisa mengikuti sekolah online, untuk kebutuhan keluarga makan di rumah bagaimana," katanya.

Namun, mereka berjanji jika sudah masuk sekolah seperti biasanya dan penghasilan orang tua mereka normal kembali, mereka tidak akan jualan dan akan fokus untuk belajar. (guh)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...