Sabtu, 05 Desember 2020 12:02

Mujid: Pelabuhan Internasional Belum Banyak Ciptakan Lowongan Pekerjaan

Kamis, 22 Oktober 2020 11:39 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Mujid: Pelabuhan Internasional Belum Banyak Ciptakan Lowongan Pekerjaan
Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Keberadaan Pelabuhan Internasional dan Java Integrated Industrial Ports and Esatate (JIIPE) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dinilai belum memberikan pengaruh signifikan dalam mengurangi angka pengangguran di kota bertabur ribuan industri ini.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (22/10/2020).

Menurut Mujid, pembangunan pelabuhan internasional dan JIIPE sebelumnya ditujukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gresik dengan menciptakan sebanyak 123.750 lowongan pekerjaan baru.

Lowongan pekerjaan itu diasumsikan tercipta dari perusahaan skala besar dan kecil yang diharapkan investasi di kawasan Pelabuhan Internasional seluas 3.000 hektare.

"Namun hingga saat ini keberadaan Pelabuhan Internasional belum banyak menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Kabupaten Gresik," ungkap Mujid, Kamis (22/10/2020).

Ia mencontohkan, Smelter PT. Freeport Indonesia, perusahaan raksasa yang bergerak dalam penambangan emas ini diestimasikan bisa menyerap lowongan pekerjaan 10-30 ribu lowongan pekerjaan. Namun, hingga saat ini keberadaan Smelter Freeport di kawasan Pelabuhan Internasional belum terwujud.

"Harapan besar DPRD waktu itu keberadaan Pelabuhan Internasional akan bisa banyak membantu mengurangi angka pengangguran di Gresik. Sehingga, membeludaknya angka pencari kerja pascakelulusan baik lulus SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) maupun sarjana di Kabupaten Gresik bisa ditekan," pungkasnya seraya mengungkapkan bahwa saat ini angka pengangguran terbuka di Kabupaten Gresik mencapai 36.390 ribu lebih.

Sekadar diketahui, Pelabuhan Internasional di Kecamatan Manyar sengaja dibangun untuk menampung transportasi laut skala internasional, dan menjadi tol laut. Di mana, kapal-kapal yang bisa labuh, sandar, dan tambat di pelabuhan tersebut, tidak hanya kapal domestik, melainkan juga kapal dari mancanegara.

Pelabuhan Internasional direncanakan akan banyak dilengkapi sarana pendukung ekonomis seperti JIIPE, dan sarana perekonomian lain, sehingga bisa banyak menciptakan lapangan kerja baru untuk mengurangi angka pengangguran. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...