Rabu, 04 Agustus 2021 05:39

​Bidik 3, 45 Juta Muslim Amerika, Calon Presiden Joe Biden Kutip Hadits dan Insyaallah

Selasa, 20 Oktober 2020 20:56 WIB
Editor: MMA
​Bidik 3, 45 Juta Muslim Amerika, Calon Presiden Joe Biden Kutip Hadits dan Insyaallah
Kandidat Presiden AS Joe Biden. foto: wikipedia

WASHINGTON, BANGSAONLINE.com-Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) tinggal dua minggu lagi. Pilpres di AS akan berlangsung Selasa, 3 November 2020 mendatang.

Yang menarik, Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) Joe Biden benar-benar all out untuk cari dukungan dari warga AS yang beragama Islam. Manuver poliik itu ia lakukan untuk menarik simpati warga muslim AS yang berjumlah sekitar 3,45 juta jiwa.

Jumlah ini hanya 1 % dari jumlah total warga AS yang mencapai 328,2 juta jiwa. Meski demikian, jumlah minoritas ini bisa menjadi penentu kemenangan pemilihan presiden AS karena mereka terkonsentrasi di negara bagian penting dan medan pertempuran, seperti Michigan, Florida, Wisconsin, dan Pennsylvania. Jadi suara mereka sangat berpengaruh.

“Muslim-Amerika adalah bagian Amerika Serikat, memberikan kontribusi budaya dan ekonomi yang tak ternilai bagi komunitas di seluruh negara. Tetapi mereka juga menghadapi tantangan dan ancaman nyata dalam masyarakat kita, termasuk kekerasan yang dipicu oleh rasial dan Islamofobia,” tegas Joe Biden dalam pidato kampanyenya.

BACA JUGA : 

Gaji DPRD di Texas Hanya Rp 10 Juta, Tanpa Uang Sidang

Ratu Jahat Penggelap Pajak, Satu Tangga Lagi Pengadilan Sentuh Trump

Banyak Gereja Dijual, Boy Thohir Beli untuk Masjid, Bukan Rivalitas Agama

Ke Amerika Mau Vaksin, Meninggal Tragis Tertimpa Kondominium Ambruk

(Demo warga AS tentang kematian George Floyd, berani melawan polisi. Foto: (AP/Ben Margot) 

Pidato Biden itu menyodok langsung kebijakan politik rasis Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan larangan bagi negara-negara mayoritas muslim untuk datang ke AS dengan alasan mencegah terorisme asing masuk.

Trump bukan hanya rasis pada umat Islam. Tapi juga diskriminatif terhadap warga AS kulit hitam. Banyak sekali warga sipil AS berkulit hitam terbunuh di tangan polisi selama Trump jadi presiden. George Floyd dibunuh polisi kulit putih Minneapolis bernama Derek Chauvin, Senin (25/5). Secara sadis Chauvin menginjakkan kaki ke leher Floyd sehingga ia meninggal dunia karena tak bisa bernafas. AS pun geger. Demo meluas di seantero negeri.

Celakanya, pembunuhan itu berlanjut. Seorang perwira polisi Atlanta menembak dan membunuh Rayshard Brooks, 27, di sebuah restoran cepat saji Wendy. Ia ditembak hingga tujuh kali. Polisi-polisi AS memang sadis sekali terhadap warga Amerika kulit hitam.

(Donald Trump. Foto: Shutterstock/deadline.com)

Kebijakan politik rasis Trump itulah yang dimanfaatkan Joe Biden dalam kampanyenya. Capres dari Partai Demokrat itu terus mendekati kelompok-kelompok minoritas, termasuk umat Islam.

Ia bahkan tak segan-segan mengutip Hadits Rasulullah SAW.

"Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tanganmu, jika tidak sanggup lakukan dengan lisanmu. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan hatimu," kata Biden mengutip Hadis Rasulullah SAW.

Narasi Arab Hdits ini berbunyi: Man ra-a minkum munkaran falyughayyir biyadihi, fa in lam yastathi' bilisanihi, fa in lam yastathi' biqalbihi, wa dzalika ad'af al-iman”.

"Kita tidak bisa lagi membiarkan Trump berkuasa selama empat tahun ke depan. Komunitas Muslim Amerika harus bersatu untuk mengumpulkan dukungan dan memastikan suara kalian terwakili," tegas Biden.

Biden bahkan berjanji memasukkan perwakilan Muslim dalam pemerintahannya. Tujuan untuk menentang pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap minoritas Muslim di seluruh dunia.

Joe Biden juga mengucapkan kalimat Insyaallah dalam debat perdana Pemilihan Presiden AS. Kalimat tersebut dilontarkan Biden saat berhadapan dengan Donald Trump.

Hal itu terjadi saat Biden menyinggung kasus pengemplangan pajak Donald Trump. Trump mengaku akan segera mengembalikannya dan dirilis kepada publik. "Segera, setelah selesai,” kata Trump.

“Kapan? Insyaallah?,” kata Biden menyindir Trump.

Kutipan Biden ini memang sempat menimbulkan kontroversi di kalangan Islam. Karena penggunaan kata insyaallah dianggap kurang tepat. Yaitu sebagai sindiran.

Insyaallah berarti "Jika Tuhan berkehendak". Biasanya, istilah tersebut diucapkan ketika seseorang mencoba untuk memenuhi janjinya, tetapi ia menyadari bahwa Tuhan adalah pemilik segala kehendak. Bagi umat muslim, penggunaan kalimat Insyaallah adalah bentuk kerendahan hati kepada Sang Pencipta. (dari berbagai sumber/MMA)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...