Jumat, 23 April 2021 00:07

Pemkot Surabaya Siap Terbitkan 1.000 Buku Karya Guru Tepat di Hari Guru Nasional

Selasa, 20 Oktober 2020 20:20 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Pemkot Surabaya Siap Terbitkan 1.000 Buku Karya Guru Tepat di Hari Guru Nasional
Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo saat diwawancarai. foto: YUDI A/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemkot Surabaya melalui Dispendik tengah mematangkan konsep penerbitan 1.000 buku karya para guru se-Surabaya. Rencananya, ribuan buku ini akan diluncurkan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2020 mendatang.

Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo mengatakan, program yang dinamakan Sasek Sabu (Satu Sekolah Satu Buku) ini merupakan karya tulis dari para guru mulai jenjang TK, SD, dan SMP se-Surabaya, juga Pengawas dan Penilik sekolah.

"Pengawas, penilik, dan kepala sekolah juga termasuk guru. Mereka adalah guru yang diberi tugas tambahan. Para guru ini bisa menuliskan pengalaman yang sudah dilalui," kata Supomo, Selasa (20/10).

Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya ini menjelaskan, program Sasek Sabu sengaja dibuat untuk terus mengasah kreativitas para guru meskipun di masa pandemi Covid-19. Ia bersyukur karya tulis guru ini pun mendapat respons baik.

BACA JUGA : 

Kajian Belajar Tatap Muka di Surabaya Tinggal Finalisasi

Kasus Logo Parpol di Materi Daring TV Lokal, Dewan Pendidikan Minta Disdik Tanggung Jawab

Permudah PPDB SD-SMPN, Dispendik Surabaya Sediakan Aplikasi Berbasis Android

Pemkot Surabaya Buka Rekrutmen Anggota Dewan Pendidikan, Ini Persyaratannya

"Sudah ada beberapa sekolah yang mengumpulkan buku dari karya para guru ini. Temanya bermacam-macam, sesuai dengan keahlian masing-masing guru," jelas Supomo.

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dispendik Surabaya Mamik Suparmi menambahkan, karya buku bermacam-macam mulai dari antologi atau kumpulan tulisan, kumpulan esai, kumpulan artikel, hasil karya tulis ilmiah (KTI), serta karya inovasi guru. "Satu buku minimal 60 halaman. Itu di luar cover, daftar isi, kata pengantar, serta daftar pustaka," tambah Mamik.

Sebelum mengumpulkan buku-buku tersebut, lanjut Mamik, para guru harus mendaftarkan diri secara online disertai mengunggah file buku dalam bentuk PDF. Serta mengunggah Surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) dari kepala sekolah masing-masing.

"Jadi, kepala sekolah harus memastikan terlebih dahulu bahwa buku yang akan dikirim itu telah terbebas dari unsur SARA, kekerasan, politik, kata dan gambar tidak sopan, serta unsur-unsur provokatif," lanjut Mamik.

Ia mengungkapkan, buku-buku dalam bentuk PDF tersebut nantinya akan diunggah ke dalam perpustakaan milik Dispendik Surabaya. Maka, buku tersebut dapat diakses oleh guru-guru dari daerah lain agar bisa terinspirasi.

Sementara untuk proses pengumpulan buku dilakukan mulai dari tingkat kecamatan. Selanjutnya diserahkan kepada koordinator wilayah. Dari koordinator wilayah diserahkan ke tingkat kota, baru diserahkan kepada Dispendik Kota Surabaya.

"Batas akhir pengumpulan buku itu sampai 6 November 2020. Bagi sekolah yang sudah cetak buku, bisa mengirim buku ke korwil kecamatan masing-masing dan mengisi link yang sudah kami siapkan," pungkas Mamik. (ian/rev)

​Cendekiawan Muslim tak Tahu Jumlah Juz Al-Quran
Rabu, 21 April 2021 22:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 10 ini bercerita tentang seorang menteri yang juga pengurus organisasi cendekiawan muslim. M Mas’ud Adnan - narator anekdot Gus Dur - bercerita bahwa pada akhir kekuasaan ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...