Ketua TP PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar saat mempraktikkan cara cuci tangan yang benar. foto: ist.
“Kami juga mulai rajin cuci tangan. Bahkan para pedagang di sini juga berinisiatif membuat pancuran cuci tangan sendiri yang ditaruh di depan kios. Para pembeli yang masuk ke toko saya harus mencuci tangan terlebih dahulu,” kata Alex, salah satu pedagang perabot di Pasar Pahing.
Bertepatan dengan Hari Mencuci Tangan Sedunia 2020, PD Pasar Joyoboyo Kota Kediri juga terus aktif berkampanye mencuci tangan bagi para pedagang dan pembeli, selain jaga jarak dan kewajiban menggunakan masker.
“Para kepala pasar memastikan bahwa setiap tempat cuci tangan yang sudah disediakan terisi air dan sabun. Kami patroli setiap hari,” kata Direktur Utama PD Pasar Joyoboyo, Ichwan Yusuf, Kamis (15/10).
Fasilitas cuci tangan yang mudah dijangkau para pedagang pasar dan juga pembeli diharapkan akan menggerakkan untuk melakukan cuci tangan. Setiap sudut di pasar, Pemkot Kediri melalui PD Pasar Joyoboyo menyediakan tempat cuci tangan yang layak dan mudah dipakai.
Menurut Ichwan, awalnya memang susah karena harus mengubah kebiasaan yang sudah jadi budaya. Pedagang pasar yang sibuk mengurus aneka barang dagangan harus menyempatkan cuci tangan. Pun para pembelinya.
“Selain cuci tangan, kami juga mengadakan penyemprotan disinfektan setiap hari, bergilir di pasar-pasar tradisional Kota Kediri,” tambah Ichwan. (uji/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




