Ribuan massa peserta aksi demo tolak Omnibus Law di Banyuwangi. Inset: Polwan berhijab sedang membagikan minuman ke para demonstran.
Sementara itu, seorang peserta demonstrasi terpaksa diamankan aparat penegak hukum, usai melakukan aksi pelemparan batu.
"Ada tadi yang diamankan karena melempar batu, dan itu tidak boleh. Karena dapat menyebabkan luka terhadap petugas pengamanan," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin SIK usai memantau proses jalannya aksi demonstrasi.
Dia pun menyayangkan aksi tak terpuji yang dilakukan seorang demonstran yang belum diketahui identitasnya tersebut. Kini, yang bersangkutan masih diproses lebih lanjut. "Saat ini masih diproses," ungkapnya.
Kapolresta menambahkan, Polresta Banyuwangi mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi demonstrasi tolak Omnibus Law tersebut. Baik dari Brimob Polda Jatim dan TNI, termasuk Polwan berhijab putih yang memandu para demonstran melatunkan Asmaul Husna agar aksi berjalan lebih kondusif.
"Sekitar 1.150 personil anggota kita kerahkan, untuk mengamankan jalannya aksi demonstrasi tersebut," pungkasnya.
Pantauan di lokasi, meski diwarnai aksi pelemparan batu dan botol minuman terhadap petugas, namun jalanya aksi yang diikuti ribuan demonstran tersebut berlangsung kondusif. (guh/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




