Paslon QA dan Niat saat sesi pengundian nomor urut. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Isu pengangguran di Kabupaten Gresik yang jumlahnya terus naik, terlebih pasca hantaman pandemi Covid-19, menjadi perbincangan hangat masyarakat.
Menjelang Pilkada Gresik 2020, baik paslon Moh. Qosim-Asluchul Alif (QA) maupun Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) menjadikan isu pengangguran sebagai hal yang menjadi prioritas penanganan dalam visi-misi masing-masing.
BACA JUGA:
- Bupati Gresik Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Ketua PDIP Gresik: DPP Perintahkan Tegak Lurus
- Bupati Gresik Ikut Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Anha: Dia Bupati Golkar
- Digelar 26 Februari, Tempat Pelantikan Gus Yani-Bu Min Tunggu Hasil Rapat dengan Gubernur
- PDIP Gresik Gelar Tasyakuran Jelang Pelantikan Gus Yani - Bu Min 17 Februari Mendatang
Paslon QA misalnya, mengungkapkan untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Gresik, salah satunya dengan menyiapkan SDM handal di setiap peluang usaha yang membutuhkan, baik industri maupun sektor usaha lain.
Menurut cawabup Asluchul Alif, perlu membangun SDM yang memiliki daya saing (keterampilan) dalam menekan angka pengangguran. " Jika SDM calon pekerja kita masih rendah, maka kita latih betul sesuai dengan skill yang dibutuhkan di seluruh perusahaan di Kabupaten Gresik. Jadi ini real untuk menurunkan angka pengangguran," katanya.
Senada, cabup Fandi Akhmad Yani juga menjadikan akan menjadikan permasalahan pengangguran sebagai prioritas yang akan ditangani. Ia mengaku prihatin dengan tingginya angka pengangguran di Gresik, yang notabene memiliki ribuan industri ini.
Pertanyaannya, mampukah QA atau Niat mengatasi problem pengangguran dengan jumlah kisaran lebih dari 40 ribu jiwa lebih jika terpilih pada Pilbup Gresik 2020?
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




