LAUNCHING: Gus Muhdlor-Subandi saat peluncuran 17 Program Kerja, di Posko Pemenangan, Perum Taman Pinang, Jumat (2/10). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE

Gus Muhdlor menyatakan target itu bisa diraih asal ada sinergi yang baik. Dia lalu menyebut konsep Pentahelix, yakni kolaborasi lima unsur. Yaitu pemerintah, masyarakat, investor, akademisi dan media. "Tanpa kolaborasi lima unsur, Sidoarjo tidak bisa optimal dalam melaksanakan program tersebut," tandasnya.
Dia pun mencontohkan bagaimana mencitrakan Sidoarjo sebagai suatu wilayah yang "ramah investasi", yang kemudian bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi investor, untuk menanamkan modalnya di Sidoarjo.
Dalam peluncuran "17 Program Kerja Sidoarjo MAS (Muhdlor Ali Subandi) ini, Cawabup Subandi juga mengulas program bantuan operasional setiap Rukun Tetangga (RT) Rp 6 Juta setiap tahun sebagai biaya operasional.
Mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo ini menilai, RT merupakan ujung tombak dari pembangunan desa. Dia menegaskan, bantuan operasional RT ini sebagai upaya untuk meningkatka kualitas tata kelola. "Dan nantinya dapat membantu tugas dan tanggung jawab pemerintahan desa," tandasnya.
Sementara, "17 Program Kerja Sidoarjo MAS" secara rinci yakni, 100.000 lapangan kerja baru, BPJS Kesehatan Gratis seluruh warga, Makanan Gratis setiap hari untuk warga miskin, 10.000 Beasiswa Kuliah, Insentif Plus Guru ngaji dan Guru Agama, Modal Usaha Mikro Perempuan Rp 5 Juta-Rp 50 Juta.
Selain itu, Operasional RT Rp 6 Juta per tahun, 20.000 UMKM Naik Kelas, Penataan Kota dan Transportasi terpadu urai kemacetan, Tingkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan, Tingkatkan kesejahteraan GTT, Guru Swasta, dan Tenaga Honorer,
Juga Youth Center Bangun Kreativitas anak muda, 2.000 Warung Rakyat Direnovasi, Tingkatkan ADD dan Kesejahteraan Aparat Desa, 24 Jam Pengaduan Rakyat respon cepat, Reformasi Perijinan, dan Perluasan Ruang Terbuka Hijau. (sta/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




