Rabu, 16 Juni 2021 05:35

Sekdes Cempokorejo Ditetapkan Tersangka Kasus BPNT, Warga Demo Minta Diberhentikan

Jumat, 02 Oktober 2020 19:04 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Sekdes Cempokorejo Ditetapkan Tersangka Kasus BPNT, Warga Demo Minta Diberhentikan
Sejumlah Warga Desa Cempokorejo saat mendatangi kantor Pemkab Tuban meminta agar Susilo Hadi Utomo diberhentikan dari jabatan sekdes.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan warga Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban meminta kejelasan terkait status Sekdes Cempokorejo yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus program BPNT.

Dengan membawa spanduk, warga mendesak Pemkab Tuban bertindak tegas terhadap Sekdes Cempokorejo, Susilo Hadi Utomo yang diduga telah melakukan penyelewengan program BPNT yang menjadi hak warga kurang mampu.

"Kami ke sini meminta kejelasan status sekdes, diberhentikan atau tidak. Kami minta untuk diberhentikan biar tidak menular ke pejabat yang lain," ujar salah satu warga Cempokorejo, Julianto kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (2/10).

"Sebagai warga biasa, kami mengidamkan pemimpin yang berprestasi guna memajukan masyarakat desa dan membina generasi muda," tambahnya.

BACA JUGA : 

Mendes Minta BUM Desa di Tuban Dapat Atasi Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

Pengisian Jabatan Sekdes Campurejo Tuban Tunggu Tes Ulang Dua Calon Perangkat Desa

Nilai Sama, Calon Sekdes Campurejo Tuban Bakal Jalani Tes Ulang di Tingkat Kabupaten

Bancakan Bubur Merah, ​Warga Plumpang Tuban Gelar Ritual Tolak Bala Corona

Ia berharap penegak hukum bisa memproses kasus tersebut seadil-adilnya. "Sepenuhnya kita menyerahkan kasus ini kepada pihak-pihak yang berwajib karena sudah masuk proses hukum. Kalau ikhlas membela rakyat, masalah ini pasti akan bisa diselesaikan," pungkasnya.

Menanggapi aksi itu, Asisten Pemerintahan Kabupaten Tuban, Joko Sarwono menjelaskan membenarkan kedatangan warga menuntut Susilo Hadi Utomo agar diberhentikan dari jabatannya sebagai Sekdes Cempokorejo. Joko mengatakan akan mempelajari tuntutan warga karena keputusan nantinya harus berlandaskan pada aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

"Proses hukum sudah berjalan, kita tunggu sampai ada keputusan hukum tetap," ujarnya.

Pria yang menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban itu menjelaskan, sesuai dengan Undang-Undang Desa, seseorang yang diancam hukuman di atas 5 tahun bisa dilakukan pemberhentian sementara. Namun, jika di bawah 5 tahun tidak perlu diberhentikan.

Namun sebagaimana di internal dinsos, bahwa sesuai dengan SOP BPNT, surat pemberhentian sudah diberikan sebelumnya tanpa perlu menunggu keputusan hukum.

"Kalau di kami surat pemberhentian kita berikan dahulu sambil menunggu proses hukumnya berjalan," pungkasnya. (gun/rev)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipan...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...