Rabu, 28 Oktober 2020 06:04

Inovasi Dipertabun, Ciptakan Pembasmi Hama Tikus dari Sekam

Senin, 28 September 2020 11:26 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Muji Harjita
Inovasi Dipertabun, Ciptakan Pembasmi Hama Tikus dari Sekam
Seorang petani saat akan mempraktikkan cara membuat cairan sekam untuk membasmi hama tikus. (foto: Kominfo)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Merabaknya populasi tikus di wilayah Kabupaten Kediri saat musim panas seperti saat ini, membuat Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dipertabun) Kabupaten Kediri berinovasi membuat racun tikus ramah lingkungan.

Sahat Tua Pandjaitan, Kasi Perlindungan Tanaman dan Pengamanan Pangan Dipertabun, mengatakan, inovasi baru ini dibuat dari limbah sekam padi yang tidak terpakai.

"Penggunaannya dengan cara merendam sekam beberapa hari, lalu diambil airnya untuk dimasukkan ke dalam liang tikus dan di sekitar tanaman," kata Sahat, Jumat (25/9).

Berdasarkan hasil dari uji laboratorium, lanjut Sahat, air rendaman sekam tersebut mengandung unsur hara makro sekunder dengan kadar seperti Kandungan Ca (Calsium) 16,16 mg/L, Mg (Magnesium) 0,29 mg/L, dan Sulfur (Belerang) 884,76 mg/kg. Selain mengandung unsur hara Mikro yaitu Ferro (Besi) 10,39 mg/L, dan Mn (Mangan) 89,69 mg/L dan tingkat kemasaman (Ph) 3,76.

Sahat juga mengatakan, dengan penggunaan dan pengaplikasian air sekam tersebut, petani dapat kembali panen dan produksi jagung kembali nomal pada 2 musim tanam ini serta mengurangi penggunaan pupuk kimia.

"Kami juga sudah bekerja sama dengan Universitas Jember, pada bulan September 2020 dilakukan pengambilan sampel tanah untuk uji kandungan C-Organik hasil aplikasi asap cair sekam dan rendaman sabut kelapa. Hasilnya juga bagus," ujarnya.

Menurut Sahat, keberhasilan inovasi ini sudah diperlihatkan di wilayah Kecamatan Gurah pada lahan kering. Kemudian, Dipertabun bekerja sama dengan PPL dan POPT Kecamatan Semen pada bulan September 2020 melakukan gerakan pengendalian hama tikus menggunakan asap cair sekam, disertai dengan pemasangan umpan beracun Petrocum 0,005 BB.

Untuk pengaplikasian, masih menurut Sahat, dosis yang digunakan 1:4, yaitu 220 ML asap cair sekam dan 880 ml rendaman sabut kelapa (sebagai katalis) atau 14 liter air. Larutan disemprotkan pada liang-liang tikus serta diikuti pemasangan umpan beracun berupa petrokum 0,005 BB.

"Dengan pengaplikasian ini, diharapkan tikus yang ada di liang akan terganggu pernapasannya karena kandungan belerang. Inovasi ini akan terus dilakukan dan dikembangkan sampai menemukan formulasi yang tepat, tidak hanya pada lahan kering, tetapi bisa juga diaplikasikan pada lahan basah," pungkasnya.

Sementara itu menurut Omega Dwi Suprihanto, petugas PPL Kecamatan Semen, bahwa percobaan uji coba asap cair sekam ini sangat membantu para petani di wilayah binaannya, karena populasi tikus yang terus bertambah mengancam hasil pertanian, terutama tanaman padi dan jagung.

"Dengan adanya uji coba sekam di wilayah kami, para petani merasa senang. Selain ramah lingkungan, bahan pembuatnya juga sangat melimpah di wilayah Kecamatan Semen," kata Omega.

Untuk diketahui, temuan ini merupakan yang pertama di Indonesia, memanfaatkan sekam sebagai racun untuk membunuh hama tikus yang sangat meresahkan. (adv/kominfo)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 25 Oktober 2020 12:28 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Wisata edukasi berbasis potensi desa di Jawa Timur kembali bertambah. Kali ini, bertempat di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Are...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Selasa, 27 Oktober 2020 09:45 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...