Kamis, 03 Desember 2020 06:01

​Puluhan Komunitas Pecinta Lingkungan Kediri Survei Lokasi di Alas Simpenan

Minggu, 20 September 2020 19:26 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
​Puluhan Komunitas Pecinta Lingkungan Kediri Survei Lokasi di Alas Simpenan
Para relawan saat menyurvei lokasi di Alas Simpenan untuk menentukan pohon apa yang sekiranya cocok ditanam. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sedikitnya, 70 komunitas pecinta lingkungan di Kediri Raya ikut melakukan survei lokasi perencanaan kegiatan rehabilitasi dan revitalisasi area penyangga Cagar Alam Manggis (Alas Simpenan) di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Karena harus menerapkan protokol kesehatan, maka setiap komunitas diminta hanya diwakili 2 - 3 orang saja dan harus bawa hand saritizer serta wajib pakai masker.

Ketua Gerakan Nasional Donor Pohon, Kediri, dr. Ari Purnomo Adi, pemrakarsa acara menjelaskan bahwa kegiatan survei ini atas dasar kesepakatan antara KSDA Kediri, Cabang Dinas Kehutanan Trenggalek Wilayah Kerja Kediri, Perum Perhutani KPH Kediri,serta ikuti oleh aktivis dan relawan lingkungan hidup.

Menurut dr. Ari, seperti yang tertulis di Undang-Undang No. 23 Tahun 1997, bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Jika hutan rusak, lanjut Ari, maka sumber air juga akan menghilang. Kerusakan hutan bisa menyebabkan tanah menjadi tandus, sehingga akan sulit dipergunakan untuk menanam pohon dan tanaman lain. Tentu juga akan mengakibatkan bencana seperti banjir dan tanah longsor.

"Guna mencegah kerusakan hutan dan lestarinya sumber air itulah, kami para pegiat lingkungan dari lintas komunitas berupaya membantu pemerintah ikut menyelamatkan hutan dengan cara menanam pohon penghijuan. Pohon apa yang cocok ditanam, maka kami saat ini melakukan survei ini," kata dokter yang juga aktivis lingkungan ini.

Sedangkan H. Ali, dari Cabang Dinas Kehutanan Trenggalek Wilayah Kerja Kediri mengatakan bahwa alam ini perlu perhatian bersama, khususnya terkait dengan sumber air. Sumber air kini tinggal 50 persen baik kuantitas maupun kualitasnya.

"Diperkirakan 15 tahun lagi, bila tidak ada revitalisasi hutan, maka anak cucu kita akan kekurangan air. Maka dari itu, kita harus menyelamatkan sumber air,  salah satunya dengan menanam pohon," katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi menyambut baik upaya dari pegiat lingkungan yang akan melakukan survei lokasi perencanaan kegiatan rehabilitasi dan revitalisasi area penyangga Cagar Alam Manggis/Alas Simpenan.

"Pemerintah akan mendukung segala upaya dari para pegiat lingkungan untuk menyelamatkan lingkungan, karena menjaga alam adalah tugas bersama," ujar Slamet Turmudi.

Ditambahkan oleh Slamet, jika saja acara ini bukan untuk hal yang lebih besar ke depannya, yaitu penyelamatan lingkungan hidup, tentu acara ini tidak akan diizinkan karena mendatangkan banyak orang.

"Tapi kami sebelum acara tadi, melihat panitia sudah menyediakan tempat cuci tangan di beberapa tempat dan semua peserta memakai masker. Itu tentu hal yang baik mengingat sampai saat ini pandemi covid-19 masih belum ada tanda-tanda akan berakhir. Kami mengingatkan, agar semua pihak yang terlibat, menerapkan protokol kesehatan," pesan Slamet yang juga Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri itu. (uji/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...