Minggu, 01 Agustus 2021 08:52

​Puluhan Komunitas Pecinta Lingkungan Kediri Survei Lokasi di Alas Simpenan

Minggu, 20 September 2020 19:26 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
​Puluhan Komunitas Pecinta Lingkungan Kediri Survei Lokasi di Alas Simpenan
Para relawan saat menyurvei lokasi di Alas Simpenan untuk menentukan pohon apa yang sekiranya cocok ditanam. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sedikitnya, 70 komunitas pecinta lingkungan di Kediri Raya ikut melakukan survei lokasi perencanaan kegiatan rehabilitasi dan revitalisasi area penyangga Cagar Alam Manggis (Alas Simpenan) di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Karena harus menerapkan protokol kesehatan, maka setiap komunitas diminta hanya diwakili 2 - 3 orang saja dan harus bawa hand saritizer serta wajib pakai masker.

Ketua Gerakan Nasional Donor Pohon, Kediri, dr. Ari Purnomo Adi, pemrakarsa acara menjelaskan bahwa kegiatan survei ini atas dasar kesepakatan antara KSDA Kediri, Cabang Dinas Kehutanan Trenggalek Wilayah Kerja Kediri, Perum Perhutani KPH Kediri,serta ikuti oleh aktivis dan relawan lingkungan hidup.

Menurut dr. Ari, seperti yang tertulis di Undang-Undang No. 23 Tahun 1997, bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Jika hutan rusak, lanjut Ari, maka sumber air juga akan menghilang. Kerusakan hutan bisa menyebabkan tanah menjadi tandus, sehingga akan sulit dipergunakan untuk menanam pohon dan tanaman lain. Tentu juga akan mengakibatkan bencana seperti banjir dan tanah longsor.

BACA JUGA : 

Peduli Warga Isoman, Relawan Penyintas Covid-19 Kediri Bagikan Ratusan Nasi Kotak

Gusdurian Mojokutho Kolaborasi dengan KOPI, Bagikan Sayuran ke Warga Gadungan yang Sedang Isoman

RGR dan Bang Mantri Bersinergi Gelar Aksi Bedah Rumah

Gandeng Aktivis Lingkungan, Pemdes Senden Kediri Siap Bersihkan Sungai dari Sampah

"Guna mencegah kerusakan hutan dan lestarinya sumber air itulah, kami para pegiat lingkungan dari lintas komunitas berupaya membantu pemerintah ikut menyelamatkan hutan dengan cara menanam pohon penghijuan. Pohon apa yang cocok ditanam, maka kami saat ini melakukan survei ini," kata dokter yang juga aktivis lingkungan ini.

Sedangkan H. Ali, dari Cabang Dinas Kehutanan Trenggalek Wilayah Kerja Kediri mengatakan bahwa alam ini perlu perhatian bersama, khususnya terkait dengan sumber air. Sumber air kini tinggal 50 persen baik kuantitas maupun kualitasnya.

"Diperkirakan 15 tahun lagi, bila tidak ada revitalisasi hutan, maka anak cucu kita akan kekurangan air. Maka dari itu, kita harus menyelamatkan sumber air,  salah satunya dengan menanam pohon," katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi menyambut baik upaya dari pegiat lingkungan yang akan melakukan survei lokasi perencanaan kegiatan rehabilitasi dan revitalisasi area penyangga Cagar Alam Manggis/Alas Simpenan.

"Pemerintah akan mendukung segala upaya dari para pegiat lingkungan untuk menyelamatkan lingkungan, karena menjaga alam adalah tugas bersama," ujar Slamet Turmudi.

Ditambahkan oleh Slamet, jika saja acara ini bukan untuk hal yang lebih besar ke depannya, yaitu penyelamatan lingkungan hidup, tentu acara ini tidak akan diizinkan karena mendatangkan banyak orang.

"Tapi kami sebelum acara tadi, melihat panitia sudah menyediakan tempat cuci tangan di beberapa tempat dan semua peserta memakai masker. Itu tentu hal yang baik mengingat sampai saat ini pandemi covid-19 masih belum ada tanda-tanda akan berakhir. Kami mengingatkan, agar semua pihak yang terlibat, menerapkan protokol kesehatan," pesan Slamet yang juga Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri itu. (uji/ian)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...