Dr. Lia Istifhama (dua dari kanan) bersama para relawan. foto: istimewa
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pilwali Surabaya 2020 dipastikan berlangsung head to head. Setelah pasangan Machfud Arifin-Mujiaman yang diusung PKB, PPP, Golkar, Nasdem, PAN, Demokrat, Gerindra, PKS, resmi mendaftar ke KPU Surabaya.
Mereka menyusul pasangan yang diusung PDI Perjungan dan didukung PSI serta 6 partai non parlemen, Eri Cahyadi-Armudji yang telah mendaftar lebih dulu.
BACA JUGA:
- Lia Istifhama Apresiasi Kolaborasi Lintas Kementerian dalam Pengawasan dan Pelayanan Haji 2026
- Padatnya Jalur Mina, Ning Lia DPD RI Bagikan Tips Aman Jika Terpisah dari Rombongan Haji
- Jelang Armuzna, Lia Istifhama Apresiasi Kekompakan dan Fasilitas Kemenhaj
- Kunjungi Jemaah Haji Sumenep di Makkah, Ning Lia Ingatkan Kesiapan Fisik Jelang Armuzna
Sejumlah pengamat menilai kedua pasangan ini memiliki kekuatan yang relatif berimbang. Lantas, bagaimana dengan kandidat Pilwali Surabaya yang tidak terekom?
Lia Istifhama, salah satu kandidat yang sempat dinilai memiliki kans besar di posisi wakil wali kota, mengaku belum memutuskan mengarahkan dukungan ke mana.
"Saya untuk saat ini masih silent (diam). Saya ingin berembuk, mendengar saran masukan relawan. Karena mereka berperan penting dalam proses sosialisasi turun ke masyarakat," ujar Lia didampingi ketua tim pemenangan, Gus Yusub Hidayat, Selasa (8/9/2020).
Ketua Perempuan Tani HKTI Jatim yang akrab disapa Ning Lia itu tidak menampik bahwa memilih arah dukungannya dalam Pilwali Surabaya, bukan hal mudah. Sebab, kedua pasangan memiliki keistimewaan masing-masing.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




