Minggu, 29 November 2020 00:20

​Budi Bonsai, Penghobi Bonsai dan Sepeda Tua: Keduanya Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Minggu, 06 September 2020 12:36 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
​Budi Bonsai, Penghobi Bonsai dan Sepeda Tua: Keduanya Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19
Budiono (kiri) dengan sepeda tuanya dan bonsai pohon lo seharga Rp 12 juta. (foto: MUJI H/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Menggabungkan 2 hobi sekaligus dan bisa sama-sama jalan, barangkali jarang ditemukan. Namun bagi Budiono (61), Warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, hal itu bisa dilakukan. Terbukti, ia punya 2 hobi sekaligus, yaitu sebagai pecinta bonsai dan pecinta sepeda tua alias unto.

Ditemui di kebun bonsainya, Budi Bonsai-sapaan bekennya mengaku mengenal bonsai baru tahun 2002 lalu. Waktu itu, ia pernah memburu pohon setigi bahan bonsai sampai Jepara. Selain itu, kota-kota lain juga pernah disambangi hanya untuk berburu bahan bonsai, seperti ke Bojonegoro dan Tuban.

Ia lantas membeberkan beberapa pohon bonsai yang saat ini ada di kebun belakang rumahnya, yakni pohon lo, serut, dolar, streblus, merten, busida, hokiante mikro, mustam, saengsimbur, adenium, kimeng, kaliandra, lohansung, brasilian, jambu peking, preh pupus merah, anting mutri mikro, dan beringin.

Ditanya soal harga, Budi menerangkan bahwa harga satu pohon bonsai itu sangat bervariasi tergantung jenis pohon dan bentuknya. Misalnya, harga bonsai pohon lo adalah Rp 12 juta/pohon, kimeng Rp 20-30 juta/pohon, serut Rp 12-25 juta/pohon, dan dolar daun panjang bisa mencapai Rp 15 juta/pohon.

"Alhamdulillah, saat pandemi ini, hobinya tak terpengaruh. Malahan permintaan bonsai meningkat," ujar Budi Bonsai usai ngonthel, Minggu (6/9/2020).

Ditambahkan oleh Budi, selain hobi bonsai, dirinya juga hobi naik sepeda, khususnya sepeda tua atau unto. Dengan berolahraga naik sepeda tua, tubuh menjadi sehat dan bisa menambah imun, sehingga bisa mengurai tertular Covid-19.

"Saya punya sepeda tua merek Simplex produk Belanda, Humber Inggris, dan Opel, dari Jerman. Bonsai dan sepeda tua itu sama-sama barang antik dan seni. Makanya, saya sangat suka. Kebetulan istri saya juga suka bonsai dan ngonthel," terang Budi.

Budi mengaku mulai aktif mengoleksi sepeda dan naik sepeda tua atau unto sejak Januari 2017, meski sebelumnya ia merasa senang lantaran mertuanya adalah penggemar sepeda tua sekaligus sebagai penjual sepeda di Desa Ngreco, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.

"Kalau terkait bonsai, saya adalah anggota PPBI (Persatuan Penggemar Bonsai) Kabupaten/Kota Kediri. Sedang soal sepeda tua, saya bergabung di Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Kediri. Dua-duanya bisa jalan beriringan," pungkas Pensiunan Dinas Kominfo Kabupaten Kediri itu. (uji/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...