Kamis, 03 Desember 2020 01:32

​Masuk Daftar 10 Besar Calon Presiden RI 2024, Risma: Saya Tak Pernah Bermimpi

Jumat, 28 Agustus 2020 20:34 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Arianto
​Masuk Daftar 10 Besar Calon Presiden RI 2024, Risma: Saya Tak Pernah Bermimpi
Wali Kota Risma bersama Ketua MPR RI saat menghadiri acara sosialisasi 4 pilar. (foto: YUDI A/BANGSAONLINE).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kedatangan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo di Kota Surabaya pada Kamis (27/8/2020) kemarin, masih menyisakan beberapa pernyataannya yang menyinggung nama Tri Rismaharini soal pilpres.

Ia mengungkapkan bahwa dalam sebuah survei elektabilitas yang terdiri dari beberapa kepala daerah itu, nama Wali Kota Risma masih terus berada di dalam 10 besar Calon Presiden Republik Indonesia tahun 2024.

"(Wali Kota Risma, red) Sampai hari ini masih terus bertengger di 10 besar Calon Presiden 2024," ungkap Bamsoet-sapaan Bambang Soesatyo saat menghadiri acara sosialisasi 4 pilar bersama Wali Kota Risma di Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya.

Di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini, lanjut Bamsoet, Kota Surabaya dinilai telah berkembang pesat, baik itu dari segi ekonomi maupun infrastruktur pembangunannya. Bahkan, ketika pandemi melanda, beberapa usaha properti di Indonesia mengalami penurunan, namun hal itu berbeda dengan kondisi Surabaya yang dinilai tetap stabil.

"Banyak kemajuan pesat yang kami monitor di Jakarta bahwa Surabaya luar biasa. Ketika pandemi menyerang, harga properti di seluruh Indonesia jatuh, Kota Surabaya secara ekonomi masih tetap bertahan," kata Bamsoet.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Risma mengaku tak pernah membayangkan ia bisa masuk dalam 10 besar survei elektabilitas Calon Presiden 2024 yang disampaikan Bambang Soesatyo tersebut. Bahkan, ia sendiri tak mengerti siapa yang membuat survei elektabilitas itu.

"Saya tahu siapa saya, dan saya tidak mungkin kuat buat bayarin untuk membuat survei dan sebagainya, tidak mungkin. Saya tidak punya kapasitas keuangan untuk aku melakukan survei atau niatan apa itu, yang jelas jauh di jangkauan saya, dan saya sadar siapa saya," kata Wali Kota Risma di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam Surabaya, Jumat (28/8/2020).

Risma menegaskan bahwa apabila ada surveyor yang menyatakan elektabilitas dia masuk dalam 10 besar Calon Presiden RI 2024, maka itu bukan keinginan atau kemauannya. "Karena itu, kalau ada yang melakukan survei itu bukan saya yang minta dan bukan kemauan saya. Saya juga tahu kapasitas kemampuan saya seperti apa," tegasnya.

Bahkan, Presiden UCLG Aspac ini menyatakan tak pernah bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang Presiden RI. Sebab menurutnya, menjadi wali kota tanggung jawabnya sangat berat apalagi seorang presiden yang memimpin seluruh Nusantara. Karena, seorang pemimpin tidak hanya bertanggung jawab terhadap rakyatnya tapi juga Tuhan Yang Maha Esa.

"Saya tidak pernah bermimpi, bahkan ketika jadi Wali Kota Surabaya tak pernah berani membayangkan. Karena tanggung jawabnya berat, bukan hanya di dunia ini. Karena saya harus pertanggungjawabkan itu di hadapan Tuhan," tuturnya.

Oleh karena itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini kembali menegaskan bahwa selama ini ia tak pernah membayangkan ingin maju sebagai presiden, apalagi menginisiasi survei elektabilitas Calon Presiden RI. Menurut dia, daripada menyuruh orang membuat survei, lebih baik uang tersebut dimanfaatkan untuk membantu keluarga atau anak-anak kurang mampu. (ian/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...