Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim bersama para pengurus Baznas Gresik menerima penghargaan dari Kemenag Jatim. foto: ist.
Sementara Wabup Qosim menyampaikan terima kasih kepada pihak Kanwil Kemenag Jatim atas perhatiannya selama ini. "Terima kasih atas pemberian sertifikat penghargaan ini. Tentu saja penghragaan ini akan melengkapai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari ouditur independent dan sertifikat ISO. Semoga akan memberikan semangat kepada seluruh pengurus baznas," katanya.
Wabup berharap agar program Baznas lebih memberikan manfaat, tidak hanya menyalurkan, tapi bisa mengubah budaya. Dalam hal pengumpulan, Baznas Gresik sudah membudayakan zakat sebagai kebutuhan.
"Kami berharap ada lompatan, misalnya menghilangkan pengumpulan sumbangan di jalan-jalan untuk pembangunan masjid. Baznas harus bisa membuka UPZ di beberapa kelompok masyarakat, termasuk dalam penggalangan dana pembangunan masjid. Galanglah dana dan kembalikan Kembali dana itu ke masyarakat," sarannya.
Wabup juga memberikan masukan agar dalam pengumpulan zakat tidak hanya mengandalkan para muzakki, tapi lebih bisa mengembangkan ,usaha sehingga dana masyarakat bisa lebih berkembang dan pemanfaatannya semakin luas.
Ketua Baznas Gresik, Abdul Munif menambahkan, dana yang dikelola Baznas Gresik sampai semester pertama tahun 2020 mencapai Rp 7,2 miliar. Sedangkan target perolehan tahun 2020 sebesar Rp 9,7 miliar. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






