Rabu, 28 Oktober 2020 06:51

Tafsir Al-Kahfi 27: Kisah Itu Diambil Hikmahnya Saja

Selasa, 25 Agustus 2020 23:08 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 27: Kisah Itu Diambil Hikmahnya Saja
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

27. Wautlu maa uuhiya ilayka min kitaabi rabbika laa mubaddila likalimaatihi walan tajida min duunihi multahadaan

Dan bacakanlah (Muhammad) apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Al-Qur'an). Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan engkau tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain kepada-Nya.


TAFSIR AKTUAL

Ulama' tafsir sepakat bahwa ayat ini sebagai akhir kisah ashab al-kahf, pemuda goa. Setelah panjang lebar dikisahkan dari berbagai sisi, kini ditutup dengan perintah membacakan pesan wahyu yang sangat valid, tidak ada cela sedikit pun, dan kebenarannya dijamin.

Seolah-olah Tuhan berkata, kalian jangan berdebat lagi soal ashab al-kahfi itu. Kami sudah menjelaskan begitu detail dan itu riil, fakta, dan bukan hoax. Percaya saja kepada al-qur'an yang pasti benar, karena datang dari dzat yang maha benar.

Mereka sangat penasaran, karena drama ashab al-kahfi ini sangat unik dan aneh, sangat menarik dan membuat orang terperanjat ingin lebih mantap. Bahkan ingin membuktikan keberadaannya, karena lokasinya bisa diketahui.

Kisah, jangankan Tuhan yang berkisah, meskipun itu fiktif, tidak sedikit yang sangat layak dipetik pelajaran. Semisal kisah Kancil nyolong Timun, Ande-Ande Lumut, Mahabarata, dsb. Sudah pasti fiktif, tapi ada pelajarannya. Itulah kelebihan kisah.

Dalam sebuah ekspedisi dekat Persia, Muawiyah ibn Abi Sufyan melintasi jalan dekat lokasi goa di mana ashab al-kahfi dulu bersembunyi. Kepada Ibn Abbas dia berkata: "Betapa senang hati ini, andai kami diperlihatkan mereka, hingga kami bisa memandangi mereka".

Ibn Abbas R.A. menjawab: "orang yang lebih bagus dari kamu (Rasulullah SAW) saja tidak diberi kesempatan melihat mereka", lalu membaca ayat "Law ittala'ta 'alaihim lawallaita minhum firara wa lamuli'ta minhum ru'ba". Artinya, Tuhan sengaja mengghaibkan dan tidak ada yang bisa membuktikan. Tinggal mau percaya atau tidak.

Tapi Mu'awiyah tetap ngeyel dan berikrar: "saya tidak akan berhenti mencari kejelasan soal ini, sampai berhasil". Lalu membentuk tim pencari fakta yang terdiri dari orang-orang ahli dan tangguh demi menguak ashab al-kahfi.

Tim terbentuk dan berangkat menuju lokasi yang telah diyakini. Sesampainya di mulut goa dan baru saja melangkah masuk, Tuhan mengirim angin ribut yang sangat dahsyat dan menyapu mereka hingga membuat terhempas dan terpental. Mereka kesakitan dan sadar akan peringatan Tuhan itu. Kemudian kembali dengan tangan hampa. Mu'awiyah terdiam merenungi kebenaran al-qur'an. Sekali lagi, bahwa kisah dalam al-qur'an itu lebih untuk diambil pelajaran, bukan dikritisi validitasnya, karena sudah dijamin valid.

Al-imam al-Qurtuby menurunkan riwayat unik terkait keterperanjatan Rasulullah SWT ingin tahu benar keadaan ashab al-kahfi dan serius memohon kepada Tuhan agar diperlihatkan mereka. Lalu Allah SWT membisik: "Selagi kamu masih hidup di dunia ini, kamu tidak bakal bisa melihat. Tapi Aku kasih kompensasi dengan cara lain yang menjadi media kamu menyampaikan risalahmu kepada mereka".

Nabi: "Ya Tuhan, bagaimana caranya saya bisa menyampaikan risalah kepada mereka?". Tuhan memberi panduan :"Pilih saja empat orang terbaik, lalu suruhlah mereka ke sana mendakwahkan keimanan". Nabi: "Ya, tapi bagaimana caranya bisa ke sana?".

Tuhan: "Ambil kain selimutmu dan bentangkan lebar-lebar di atas tanah. Suruh Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali duduk di setiap sudut selimut. Setelah masing-masing menempati posisinya, lalu panggillah angin yang dulu melayani Sulaiman terbang. Aku akan memerintahkan angin itu menuruti perintahmu.

Nabi menuruti instruksi tersebut dan angin benar-benar hadir sesuai perintah. Perlahan angin itu menerbangkan selimut sakti dengan empat penumpang di atasnya, kemudian melaju cepat secara menakjubkan. Dan akhirnya mendarat mulus di depan goa yang dituju.

Mereka memasuki lorong aneh yang sangat ekslusif, tiba-tiba ada anjing yang menyalak-nyalak hendak menyerang. Setelah mengerti siapa tamu yang datang, anjing itu memberi isyarat dengan kepalanya dan menggerak-gerakkan ekornya pertanda dipersilakan masuk, berjalan mengikuti di belakang anjing.

Sampai di dalam goa, mereka berucap salam,"Al-salam 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh". Tuhan segera mengembalikan ruh mereka, sehingga mereka bisa menjawab salam para tamu. "'alaikum al-salam wa rahmatullah wa barakatuh". Tamu memperkenalkan diri dan menyampaikan salam dari Rasulullah SAW yang segera dijawab pula oleh mereka.

Empat utusan Nabi menyampaikan tujuan pokok datang menemui mereka, yaitu mengajak para mereka menerima dakwah islamiah dan beriman kepada Muhammad SAW sebagai utusan Tuhan.

Spontan mereka menerima, lalu titip salam agar disampaikan kepada Rasulullah SAW. Setelah berpesan, langsung mereka tidur kembali dan pertemuan selesai. Empat sahabat itu pulang dengan pesawat yang sama dan mengabarkan kepada Nabi SAW apa yang telah dialami. (al-Jami':X/p.389-390).

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 25 Oktober 2020 12:28 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Wisata edukasi berbasis potensi desa di Jawa Timur kembali bertambah. Kali ini, bertempat di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Are...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Selasa, 27 Oktober 2020 09:45 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...