Jenazah Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin saat tiba di pendopo, kemarin.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo terus melakukan tracing dan swab test kepada semua yang memiliki riwayat kontak erat dengan almarhum Nur Ahmad Syaifuddin.
Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo, Syaf Satriawarman, mengatakan saat ini yang sudah terdiagnosa positif terpapar Covid-19 dari riwayat kontak Nur Ahmad ialah istrinya.
BACA JUGA:
- Bupati Sidoarjo Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan Daerah
- Sidak Banjir di Perbatasan Desa Tambak Sawah - Tambak Rejo, Begini Solusi dari Bupati Sidoarjo
- Pemkab Sidoarjo Fasilitasi Polemik Tembok Perumahan, Keputusan Final Pekan Depan
- Pemkab Sidoarjo Beri Pendampingan Psikologis Korban dan Keluarga Tragedi Ponpes Al Khoziny
"Anak-anaknya besok akan kita swab juga. Sementara yang baru kita ketahui ibu (istri Nur Ahmad)," kata Syaf.
Tidak hanya itu, rumah yang selama ini didiami almarhum juga akan disemprot untuk disterilkan selama masa inkubasi. Seluruh keluarga ataupun kerabat juga akan dilakukan swab langsung.
"Ibu positif, tapi karantinanya di rumah. Sebab tidak ada gejala," ucapnya.
Terkait hadirnya Nur Ahmad dalam rapat paripurna pada Rabu (19/8) malam lalu, Syaf mengatakan juga akan melakukan sterilisasi dan tracing. Jika perlu dan memang berkenan, maka akan dilakukan swab juga.
"Ibukan juga aktif di PKK, itu juga perlu kita tracing. Kita juga minta dewan bila berkenan maka kita lakukan. Selama tiga hari tracing akan kita galakkan, termasuk pada para pejabat yang ikut ke Jakarta," pungkasnya. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




