POSE BERSAMA: Acara pembukaan SLCN 2020 di Kantor Desa Gisik Cemandi, Sedati, Senin (10/8). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) bagi puluhan nelayan Sedati Sidoarjo, pada 10-14 Agustus 2020. Pelatihan ini agar nelayan bisa memanfaatkan informasi cuaca dan iklim maritim untuk kegiatan melaut.
SLCN 2020 ini diikuti 35 nelayan tangkap dan budidaya asal Desa Gisik Cemandi, Tambak Cemandi, dan Segoro Tambak Kecamatan Sedati. SLCN juga diikuti beberapa Penyuluh Perikanan Dinas Perikanan Sidoarjo. SLCN digelar di tiga kantor desa tersebut.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
Kepala BMKG Tanjung Perak Surabaya, Taufiq Hermawan berharap adanya SLCN bisa meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan di masa pandemi. Dengan edukasi yang diberikan selama SLCN, nelayan bisa memahami kapan mereka melaut dan tidak melaut dengan memanfaatkan informasi-informasi dari BMKG.
Berbekal informasi cuaca dari BMKG, para nelayan bisa spesifik kapan mereka bisa melaut. "Nelayan bisa mendapatkan hasil yang diinginkan berdasarkan informasi cuaca yang kita berikan," tandas Taufiq, panggilan karib Taufiq Hermawan saat acara pembukaan SLCN di Kantor Desa Gisik Cemandi Kecamatan Sedati, Senin (10/8).
Taufiq menjelaskan, selama mengikuti SLCN ini, para nelayan tersebut bakal mendapatkan pengetahuan praktis tentang pasang surut, gelombang tinggi, serta arah dan kecepatan angin. Pengetahuan itu akan disampaikan secara visual oleh para tenaga pengajar.
Dengan pengetahuan praktis memahami informasi cuaca tersebut, kata Taufiq, para nelayan bisa memprediksi secara dini dan melakukan deteksi dini, kapan mereka harus pergi melaut. "Oh hari ini saya harus melaut, hari ini saya tidak melaut, dengan memanfaatkan informasi dari kami," urai Taufiq.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




