Rabu, 23 September 2020 17:32

Bayi di Jombang Meninggal saat Dilahirkan di RS Swasta, Ibu Mengaku Ditelantarkan karena Reaktif

Sabtu, 08 Agustus 2020 15:33 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Aan Amrullah
Bayi di Jombang Meninggal saat Dilahirkan di RS Swasta, Ibu Mengaku Ditelantarkan karena Reaktif
Suami pasien DR yang melahirkan di RS PMC.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Seorang ibu hamil yang menjadi pasien di sebuah rumah sakit swasta di Jombang mengaku ditelantarkan. Pasien tersebut terpaksa melahirkan bayinya tanpa ditangani tenaga kesehatan, hingga menyebabkan bayinya meninggal dunia.

Pasien tersebut diketahui bernama DR (27), warga Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Saat hendak melahirkan, dirinya bersama suaminya, BK (29), memilih Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC), yang berada di Jalan Juanda, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan/Kabupaten Jombang, untuk proses persalinan anak keduanya.

Ia masuk ke RS PMC pada Selasa (04/08), sekira pukul 01.30 WIB. Saat tiba di rumah sakit, DR ditangani pertama kali di ruang IGD. Kemudian pasien tersebut dilakukan rapid test dan hasilnya hasil reaktif. Karena menunjukkan reaktif, pasien ditempatkan di ruang khusus yaitu ruang Darusallam di lantai dua.

Setelah pasien berada di ruang Darusallam RS PMC Jombang, DR mengaku tidak mendapatkan penanganan oleh tenaga medis rumah sakit. Padahal saat itu ia merasa kesakitan dan sudah mengeluarkan air ketuban.

“Saat di IGD itu masih pembukaan satu, air ketuban sudah keluar, sudah merasakan sakit juga. Terus ibu dan suami laporan ke perawat, katanya ndak papa sudah biasa. Waktu di ruang atas itu, air ketuban terus keluar. Ibu saya bilang ke perawat, tapi tetap katanya gak papa gitu, nunggu jam 9 pagi selesai observasi enam jam,” ucap DR saat ditemui di rumahnya.

Selanjutnya, DR akhirnya melahirkan anaknya pada pukul 04.30 WIB, tanpa bantuan tenaga medis RS PMC. Nahasnya, bayi yang dilahirkannya itu tidak mengeluarkan suara tangisan. Merasa curiga dengan kondisi bayi, ibu pasien yang mendampingi langsung mendatangi perawat.

Sayangnya, pertolongan terhadap pasien dan bayi baru dilakukan 30 menit setelah proses kelahiran bayi. Hingga akhirnya, bayi perempuannya itu dinyatakan sudah meninggal dunia. Hal tersebut lantas membuat kecewa sang ibu.

“Yang saya kecewakan itu waktu di ruang Darusallam, ketika saya kesakitan perawat terus bilang nanti jam 9 (ditangani, red). Hingga akhirnya keluar bayinya itu pun tidak langsung dilihat, baru setengah jam setelah bayi lahir, baru dilihat. Kalau menurut saya, waktu bayi lahir itu tidak nangis, kalau itu langsung ditangani, langsung dikasih oksigen, dikasih penghangat, ya ndak sampai kayak gitu (meninggal, red),” ujarnya.

Kekecewaan juga diluapkan oleh suami pasien, BK (29). Ia merasa istrinya ditelantarkan oleh pihak rumah sakit. Sejak awal masuk IGD hingga di ruang Darusallam RS PMC, istrinya hanya ditangani tenaga medis dua kali.

Bahkan menurutnya, saat bayinya lahir tidak ada perawat ataupun tenaga medis lainnya yang membantu. Padahal, saat itu ada perawat dan bidan di ruang IGD. Alasan tenaga medis tidak menangani istrinya saat itu, lanjut BK, karena istrinya dicurigai Covid-19, lantaran reaktif hasil rapid test.

“Alasannya dokternya itu, kalau masuk ke ruangan harus menggunakan APD (alat pelindung diri). Kalau sudah menggunakan APD tidak bisa menangani pasien lain. Waktu lahir itu masih di bawah bidannya itu. Alasannya masih menangani yang lainnya. Padahal di atas itu ada perawat dan tidak ditangani,” tuturnya.

Ia berharap, ke depan tidak ada lagi kasus penelantaran yang dilakukan oleh rumah sakit. “Janganlah membeda-bedakan pasien reaktif, ini kan penyakitnya belum tentu positif atau tidaknya. Tapi dengan begitu, dia menelantarkan seseorang yang bertaruh nyawa melahirkan anaknya, yang tidak pasti mati atau hidup,” pungkas BK.

Pihak RS PMC masih dalam proses konfirmasi. (aan/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...