Kamis, 17 Juni 2021 12:00

Diuber Intelijen, ​Hadapi Debitur Bandel, Gus Im: Saya Lebih ‘Sinting’ dari Gus Dur

Sabtu, 01 Agustus 2020 14:07 WIB
Editor: MMA
Diuber Intelijen, ​Hadapi Debitur Bandel, Gus Im: Saya Lebih ‘Sinting’ dari Gus Dur
KH Hasyim Wahid (Gus Im). Foto: Tempo

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - KH Hasyim Wahid, adik bungsu Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur), wafat di usia 67 tahun, pada Sabtu, 1 Agustus 2020.

Keponakannya, Irfan Wahid, mengatakan bahwa pamannya sakit komplikasi ginjal. “Sudah dua minggu lebih di rumah sakit,” kata Irfan kepada Tempo.

Hasyim Wahid atau akrab disapa Gus Im merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy’ari. Ia merupakan adik dari Gus Dur dan Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

Gus Im pernah berkarir di bidang pemerintahan pada era Presiden Gus Dur. Ia pernah menjadi konsultan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), yang kerap menghadapi debitur bandel.

BACA JUGA : 

Laksamana Sukardi Terbitkan Buku Nunggu Gus Dur dan Taufik Kiemas Wafat?

​Konvensi Capres NU 2024, Cak Imin Tak Bisa Lagi Klaim Capres NU Sendirian

Tokoh Konghucu Bingky Meninggal, Barongsai, Imlek, Cap Go Meh Bisa Digelar Berkat Gus Dur

Yang Tak Lulus TWK KPK Sedang Selidiki Kasus Besar, Inayah Wahid: Gus Dur Belum Tentu Lulus Juga

Sejak menjadi konsultan BPPN, ia mampu menarik nama-nama sulit ke BPPN sembari menenteng data perusahaan mereka, di antaranya Tommy Winata, Bambang Trihatmodjo, dan Tommy Soeharto. “Mungkin karena saya sudah lama kenal mereka, sejak 1980-an,” kata Gus Im dalam petikan wawancaranya dengan Majalah Tempo, pada tahun 2000.

Berdasarkan laporan Majalah Tempo, ayah tiga anak ini dikenal menyempal dari tradisi keluarga Wahid: masuk pesantren dan menjadi kiai. “Saya ini semacam preman. Dan, yang jelas, lebih ‘sinting’ dari Gus Dur,” katanya.

Gus Im juga menjalani pendidikan tinggi sepotong-potong: setengah semester di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, satu semester di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung. Gus Im mengatakan bahwa dia gampang bosan sehingga malas sekolah.

Keluar dari universitas, Gus Im aktif di organisasi, sebelum mulai mencoba bisnis perakitan senjata. Pria berambut keriting ini juga dikenal dekat dengan kalangan aktivis mahasiswa. Di zaman Soeharto, ia kerap diuber aparat intelijen.

Di awal 1980-an, Gus Im pernah berbisnis. Namun, ia menolak disebut pengusaha. Saat berbisnis, ia bersaing dengan pengusaha besar, seperti Tommy Soeharto dan Grup Salim. Bahkan, adik Gus Dur ini mengaku sering kalah dari para pengusaha besar tersebut.

“Saya sering kalah. Tepatnya disuruh mengalah dan diberi kompensasi uang. Tapi itu saya tolak. Ini sudah menyangkut harga diri.” (Tempo)

Soal Anggaran Menhan untuk Alutsista Rp 1.700 Triliun, Ini Komentar Kiai Asep
Kamis, 17 Juni 2021 00:22 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Heboh anggaran untuk membeli Alutsista sebesar Rp 1.700 Triliun membuat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus mendapat sorotan publik. Padahal, menurut Prabowo, master plan atau grand design itu permintaan ...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Kamis, 17 Juni 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Di Indonesia, terutama di Bangkalan dan Kudus, Covid-19 mengganas. Ratusan orang meninggal dunia.Tapi di belahan dunia lain Covid-19 justru lenyap. Inilah yang terjadi di California. Warganya pun berpesta. Pesta merdeka Cov...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...