Dua Bacabup Gresik Kader NU, Ketua PPP: Suara Nahdliyin akan Terbelah

Dua Bacabup Gresik Kader NU, Ketua PPP: Suara Nahdliyin akan Terbelah Moh. Qosim (baju putih) dan Fandi Alhmad Yani (kiri) dalam suatu acara di DPC PKB. Keduanya bacabup yang bakal running di Pilbup Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Warga NU (nahdliyin) yang menjadi basis massa terbesar di Kabupaten Gresik akan jadi sasaran empuk bakal paslon yang berlaga di , untuk meraup dukungan.

Secara organisatoris atau kelembagaan, NU atau banom-banom di bawahnya memang tak boleh diseret atau terseret dalam pusaran politik dukung mendukung pasangan calon (paslon) dalam Pilkada. Namun, praktiknya bakal tak semudah itu.

Hal ini disampaikan Ketua DPC PPP Gresik, Achmad Nadlir kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (22/7). Menurutnya, sangat mustahil para pengurus NU atau banom-banomnya seperti Muslimat dan Fatayat, tak terseret dalam pusaran dukung mendukung paslon.

"Berat-berat. Tak bisa membendung warga NU untuk melakukan dukungan terhadap paslon dalam menghadapi seperti saat ini," ujar Achmad Nadlir.

Nadlir mengungkapkan, dengan munculnya 2 kontestan yang sama-sama kader PKB dan sama-sama putra NU, maka suara nahdliyin bakal terbelah. Sekadar diketahui, dua bakal calon bupati Gresik, yakni Moh. Qosim (Ketua PKB Gresik) dan Fandi Akhmad Yani (Ketua DPRD), keduanya memang sama-sama kader NU.

"Bisa dilihat itu ibu-ibu Fatayat dan Muslimat seperti di Gresik Utara sudah pecah, gak utuh ke salah satu paslon. Jadi, saat ini susah menakar bahwa kaum emak-emak ini akan melarikan pilihan ke mana di . Jadi, saat ini berat-berat dan susah ditebak," sambung pengusaha sukses ini.

Sebelumnya, Ketua PCNU Gresik KH. Khusnan Ali sudah menegaskan bahwa PCNU akan netral dalam menghadapi perhelatan . Namun demikian, warga NU dipersilakan menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nuraninya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO