Akiz Jazuli, Anggota Komisi II DPRD Sumenep.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Penolakan warga terhadap Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan Covid-19 di Desa Kolpoh, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Senin (6/7/2020) kemarin, mendapat tanggapan serius dari Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Akiz Jazuli.
Dia mengatakan, kasus penolakan warga terhadap Gugas Covid-19 itu diduga terjadi karena tidak adanya koordinasi yang baik antara warga dan petugas. Ia menduga pemerintah, dalam hal ini Gugas Covid-19, melakukan penjemputan pasien corona hanya berdasarkan hasil swab tanpa ada komunikasi terlebih dahulu dengan pihak keluarga, maupun tetangga pasien.
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
- Lampaui Target, Realisasi Investasi Sumenep 2025 Tembus Rp2 Triliun Lebih
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
“Saya yakin tidak akan ada penolakan jika cara edukasi kepada masyarakat dilakukan secara humanis,” kata Akiz Jazuli, Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Selasa (7/7/2020).
Akiz menyarankan Gugas Covid-19 pada masa pandemik ini melakukan edukasi kepada masyarakat secara gradual dan bertahap, sehingga ke depannya kejadian serupa tak terulang. “Untuk itu, saya mengimbau kepada Satgas Covid-19, artinya perlu pendekatan melalui edukasi agar memunculkan kesadaran,” jelasnya.
"Jika melalui pendekatan secara humanis akan lebih efektif, sehingga akan muncul kesadaran dan tidak akan terjadi penolakan. Dan jika ada penolakan, artinya menjadi koreksi terhadap pemerintah dalam penanganan Covid-19," pungkas Akiz Jazuli.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya telah beredar di media sosial terkait video penolakan warga terhadap Gugus Tugas Covid-19 yang hendak melakukan pelacakan (tracing) terhadap salah satu warga di Desa Kolpoh, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. (aln/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




