Jelang New Normal, Pemprov Jatim Distribusikan Alat Penegakan Protokol Kesehatan kepada Desa Wisata

Jelang New Normal, Pemprov Jatim Distribusikan Alat Penegakan Protokol Kesehatan kepada Desa Wisata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (foto: ist).

Oleh sebab itu, Gubernur Jawa Timur telah mengeluarkan SE Gubernur Nomor: 650/28404/118.1/2020, perihal Tatanan Kenormalan Baru Sektor Pariwisata Jatim dan ditindaklanjuti dengan SK Kadisbudpar Jatim Nomor 556/199/1185/2020, tentang Petunjuk Teknis SOP Protokol Kesehatan di Lingkungan Usaha Pariwisata. SE dan SK penerapan protokol kesehatan itu untuk diterapkan di sektor pariwisata di era tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19.

Khofifah menerangkan, dua surat tersebut diharapkan turut diterapkan di desa wisata. Seperti penegakan protokol kesehatan wajib mengenakan masker baik pengelola dan pengunjung, kemudian adanya batasan pengunjung 50 persen dari kapasitas total destinasi wisata, penerapan physical distancing, hingga pengaturan arus keluar masuk pengunjung di destinasi wisata.

"Pembukaan destinasi wisata ini ada penilainya yang terdiri dari gugus tugas, pemkab pemkot, dan juga pemprov. Pemkab pemkot nantinya yang akan memberikan izin boleh tidaknya destinasi wisata itu dibuka, dengan tetap ada supervisi dari pemprov juga. Namun, parameternya adalah kesiapan penerapan protokol kesehatan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, dalam mempersiapkan pembukaan ulang destinasi wisata khususnya desa wisata di Jatim, maka dalam pekan ini distribusi bantuan alat pelindung diri dan juga perangkat penegakan protokol kesehatan akan segera dilakukan. Distribusi akan dilakukan merata di desa wisata yang sudah dibuka maupun yang persiapan akan dibuka.

Sebab, tambah Khofifah, saat ini memang sudah ada beberapa desa wisata yang sudah dibuka operasionalnya. Namun, desa wisata yang sudah buka pun, tetap dalam pantauan tim supervisi elemen gabungan. Jika penegakan protokol kesehatan tidak dijalankan, maka bisa saja destinasi wisata yang sudah dibuka akan ditutup kembali.

"Pada dasarnya semangat yang ingin kita bangun adalah bagaimana ekonomi tetap berjalan, tapi keamanan masyarakat dari penularan Covid-19 tetap bisa terjaga, itulah pentingnya protokol kesehatan," pungkas Khofifah. (tim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Emak-emak di Surabaya Kecewa Tak Bisa Foto Bareng Jokowi':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO