Senin, 10 Agustus 2020 22:38

Maklumat Kapolri Dicabut, DPRD Kabupaten Pasuruan Desak Pemkab Segera Koordinasi dengan Kepolisian

Senin, 29 Juni 2020 14:48 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Habibi
Maklumat Kapolri Dicabut, DPRD Kabupaten Pasuruan Desak Pemkab Segera Koordinasi dengan Kepolisian
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono mendesak Pemkab Pasuruan untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait dicabutnya Maklumat Kapolri tentang larangan masyarakat melakukan kegiatan sosial/kumpul dengan jumlah besar guna pencegahan Covid-19.

"Banyak masyarakat yang mengeluh kepada kami, kapan maklumat tersebut dicabut mengingat sebentar lagi memasuki bulan Zulhijah. Masyarakat di pedesaan biasanya banyak menggelar pesta hajatan. Nah, itu bisa dilaksanakan atau tidak," jelasnya.

Rudi Hartono menjelaskan, momentum hari besar Islam di bulan Zulhijah bagi sebagian masyarakat Kabupaten Pasuruan masih dianggap sebagai hari baik untuk menggelar kegiatan atau hajatan seperti pernikahan, sunatan, serta kegiatan lainnya. Namun, kegiatan itu tertunda larangan adanya Maklumat Kapolri itu.

Kini, Kapolri Jenderal Idham Aziz telah mencabut Maklumat Nomor MAK/2/III/2020 yang berisi tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19 itu. Pihak kepolisian juga memerintahkan jajarannya untuk mendukung kebijakan adaptasi kebiasaan baru atau New Normal.

Oleh karena itu, dirinya meminta pemkab agar segera menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat melalui camat maupun desa-desa, sehingga masyarakat yang ingin melangsungkan hajat perkawinan dan sunatan tidak was-was.

"Jangan sampai Maklumat Kapolri yang sudah dicabut justru akan menjadi celah bagi sebagian orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan sendiri karena minimnya informasi yang diterima masyarakat," ujarnya.

Dirinya berharap, pemerintah mulai dari pemkab dan kepolisian agar segera melakukan langkah-langkah antisipasi yang pada intinya memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk bisa melangsungkan kegiatan tersebut.

"Tentunya dalam pelaksanaan kegiatan sosial yang melibatkan orang banyak, mereka diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan," pungkasnya. (bib/par/zar).

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 10 Agustus 2020 20:48 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Ngawi telah menyiapkan anggaran dari APBD senilai Rp 9,1 miliar untuk membuat area yang digadang-gadang akan menyerupai kawasan Malioboro Jogja.Budi Sulistyono, Bupati Ngawi melakukan pen...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...