Pasangan cabup-cawabup Gresik Qosim-Alif.
Gayung bersambut. Lanjut Qodir, pada tanggal 22 Mei 2020 PKB Gresik mendapatkan pemberitahuan dari DPP kalau usulan pasangan QA mendapatkan persetujuan dari Desk Pilkada DPP PKB. "Jadi, sesuai mekanisme partai sudah dipenuhi pasangan QA. Untuk itu, kami tinggal tunggu turunnya rekom," jelasnya.
Qodir juga menegaskan, bahwa DPP menurunkan rekom terhadap pasangan calon mengacu pada hasil survei baik tingkat popularitas maupun tingkat keterpilihan (elektabilitas). "Insya Allah pasangan QA menenuhi kriteria ini. Untuk detil persentase berapa, tunggu rilis hasil survei internal PKB Gresik pada bulan Juli," katanya.
Disinggung soal rekom DPP PKB pada Pilbup Gresik 2015 yang jatuh di luar kader, yakni kepada pasangan SQ (Sambari-Qosim), bukan pasangan Berkah (Bersama Khuluq-Ahmad Rubai) yang diajukan PKB Gresik?
Qodir dengan tegas mengungkapkan, bahwa rekom DPP PKB kala itu akhirnya jatuh ke pasangan SQ, karena berdasarkan hasil survei SQ lah yang peluang menangnya paling besar.
"Jadi, pada Pilbup 2015 rekom DPP didasarkan atas survei, dan waktu itu pasangan SQ jauh meninggalkan calon lain. Apalagi, waktu itu tidak ada kandidat dari struktur partai. Antara Pak Khuluq dan SQ, dua-duanya bukan pengurus partai, maka rekom didasarkan pada kekuatan survei," pungkasnya. (hud/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




