Ilustrasi tracing terhadap pasien corona. foto: BANGSAONLINE
Menurut Sumardji, untuk menghadapi masa pandemi, pemkab serta polresta harus bahu-membahu. Memberikan pemahaman pada warga agar ikut mengikuti rapid test. Sebab, dengan tes cepat itu, akan diketahui tingkat kesehatan masyarakat.
Dengan tambahan tim tracing dari Polresta itu, kini jumlah petugas penelusuran warga yang terpapar corona bertambah. Semula, banyaknya personel mencapai 20 orang. Penelusuran pun semakin cepat.
Kepala Dinkes drg. Syaf Satriawarman mengakui, tracing menjadi kendala pemkab. Lantaran jumlah petugas terbatas, penelusuran pun berjalan lambat. "Satu orang maksimal bisa menelusuri 4 warga yang terkonfirmasi," jelasnya.
Kendala penelusuran lain yaitu sikap warga. Sejumlah penduduk enggan mengikuti rapid test. Khawatir hasilnya reaktif. "Lalu harus isolasi," ucapnya.
Tak hanya polresta yang membentuk tim tracing. Rencananya, Kodim 0816 Sidoarjo juga turun tangan menerjunkan tim membantu penelusuran corona.
Menurut Syaf, tambahan tim tracing dari Polresta dan Kodim 0816 Sidoarjo itu sangat membantu. Tim bakal dibagi menjadi tim-tim kecil. Satu tim beranggotakan empat orang. "Kami sebar ke seluruh titik," pungkasnya. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




