Wali Kota Risma saat menggelar sosialisasi bersama para pengelola transportasi melalui video teleconference (vidcon) di Halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (11/6/2020). (foto: YUDI A/ BANGSAONLINE)
Ia mencontohkan, dalam protokol kesehatan itu disebutkan bahwa pengelola transportasi harus membentuk satgas yang bertugas mengontrol proses angkutan. Seperti driver bus dan helper bus itu juga bertanggung jawab terhadap kondisi kesehatan penumpang dan armadanya. Misalnya, ada penumpang dalam kondisi sakit batuk atau sesak napas, maka driver harus berani mengingatkan agar tidak menumpang.
“Jadi artinya helper atau driver itu juga punya tanggung jawab, kita harus berani melakukan itu. Sebab, kalau sampai terjadi sesuatu, maka kondisinya akan jauh lebih berat. Karena itu, saya mohon bantuan bapak ibu sekalian untuk menjaga protokol ini, sehingga kita tidak perlu kembali seperti kemarin atau bahkan lebih buruk lagi,” paparnya.
Selain itu, ia menyebut, ketika di dalam angkutan, pihak pengelola juga harus disiplin dalam mengatur jarak antarpenumpang. Misalnya, di dalam bus tersebut kapasitas satu baris kursi diisi tiga orang, maka ke depan harus diisi dua penumpang. Di samping itu, semua penumpang juga diwajibkan untuk menggunakan masker.
“Sekali lagi, physical distancing itu sangat penting. Artinya, memang physical distancing menjadi kunci utama pencegahan virus ini. Kita bisa memutus mata rantai virus itu dengan cara disiplin,” pungkasnya.
Kabid Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru menambahkan, dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 28 tahun 2020, telah diatur tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Surabaya. Pada bagian ke-12 Pasal 24, telah diatur tentang kegiatan pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi. Mulai jasa angkutan transportasi konvensional maupun daring.
“Di sini disebutkan semua, bahkan untuk yang bus konvensional, ia harus menyediakan kendaraan yang sudah terdisinfektan setiap harinya, melengkapi krunya dengan APD (Alat Pelindung Diri), terus memastikan bahwa semua penumpang dalam kondisi sehat,” kata Tundjung. (ian/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




