Senin, 10 Agustus 2020 22:42

APBD Gresik 2020 Diestimasi Anjlok Sebesar Rp 568 Miliar

Senin, 08 Juni 2020 12:52 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
APBD Gresik 2020 Diestimasi Anjlok Sebesar Rp 568 Miliar
Catur Dadang, Anggota Badan Anggota (Banggar) DPRD Gresik.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pandemik Covid-19 membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2020 babak belur. Sebab, dari total yang telah disahkan sebesar Rp 3.414.635.118.176,00, APBD 2020 diestimasi anjlok tinggal Rp 2.845.971.232.667,00.  

"Sehingga, diestimasi mengalami penurunan Rp 568.663.885.509,00," ujar Anggota Badan Anggota (Banggar) DPRD Gresik, Catur Dadang kepada BANGSAONLINE.com, Senin (8/6).

Menurut Dadang, anjloknya APBD 2020 diakibatkan sejumlah sumber pendapatan daerah (PD) ikut terdampak pandemik Covid-19. Dari target PAD sebesar Rp 1.163.672.913.876,00, diestimasikan hanya terealisasi Rp 788.159.594.000,00, sehingga ada Rp 375.513.319.876,00 yang hilang.

Anjloknya APBD 2020, lanjut Dadang, juga dipicu turunnya Dana Perimbangan (DP) dari Pemerintah Pusat. Dari total DP sebesar Rp 1.498.276.091.300,00, turun sebesar Rp 160.454.530.633,00. Sehingga, DP tinggal Rp 1.337.821.560.667.00.

"APBD 2020 juga telah banyak mengorbankan sejumlah kegiatan besar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk penanganan Covid-19. Rata-rata anggaran OPD dipotong antara 20 hingga hampir 50 persen," terang Anggota Fraksi Nasdem ini.

Dadang kemudian mencontohkan anggaran di Dinas Pendidikan (Dispendik) yang dipotong hingga 20,68 persen. "Seyogyanya OPD yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik jangan dipotong. Seperti di Dinas Pendidikan, jangan dikurangi," terangnya.

Pada kesempatan ini, Dadang juga mengkritisi penggunaan anggaran sebesar Rp 298 miliar untuk kebutuhan penanganan Covid-19 dari realokasi APBD 2020. Mulai di Dinas Kesehatan (Dinkes), RSUD Ibnu Sina, Dinas Sosial (Dinsos), belanja tak terduga, maupun kedaruratan dan bencana.

"Pengeluaran anggaran Covid-19 di sejumlah OPD ini tak terdeteksi dengan baik. Makanya, harus diawasi ketat," pungkas seraya mempertanyakan pendampingan di Inspektorat, pengamanan di Dispol PP, dan OPD lain. (hud/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 10 Agustus 2020 20:48 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Ngawi telah menyiapkan anggaran dari APBD senilai Rp 9,1 miliar untuk membuat area yang digadang-gadang akan menyerupai kawasan Malioboro Jogja.Budi Sulistyono, Bupati Ngawi melakukan pen...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...