Rabu, 16 Juni 2021 06:27

Sempat Viral, Video Penghuni Ruang Isolasi Covid-19 di Jombang Keluhkan Fasilitas

Senin, 08 Juni 2020 12:26 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Aan Amrulloh
Sempat Viral, Video Penghuni Ruang Isolasi Covid-19 di Jombang Keluhkan Fasilitas
“Tolong, beginilah nasibnya orang kecil. Mau masak supermi tidak ada kompor. Tolong ini, makan mie mentah,” ucap seorang ibu di dalam video tersebut.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Video sejumlah orang pasien penghuni ruang isolasi Covid-19, yang berada di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pemkab Jombang, mengeluhkan minimnya fasilitas serta pelayanan yang buruk beredar di grup WhatsApp.

Terdapat dua video yang sudah tersebar. Pertama, dengan durasi 31 detik dan yang kedua 20 detik. Dalam video pertama terlihat 5 orang berada di sebuah bangunan mirip kelas sekolah, dengan masing-masing orang memegang satu bungkus mie instan.

Pada percakapan di dalam video itu, seorang perempuan yang mengenakan baju daster warna cokelat berteriak minta tolong karena tidak bisa memasak, kemudian seorang pria juga menyauti dengan teriak kelaparan.

“Tolong, beginilah nasibnya orang kecil. Mau masak supermi tidak ada kompor. Tolong ini, makan mie mentah,” ucap seorang ibu-ibu di dalam video tersebut.

BACA JUGA : 

221 Meninggal, di Bangkalan Ditemukan Mutasi Varian Delta India, Forkopimda Bertindak Cepat

​Tangkal Covid-19, Warga Arosbaya Rajin Dzikir dan Burdah

Dinas Perkim Jombang Gelar Pelatihan PKM untuk Desa Penerima Program Kotaku

Pasar Macet, Tiap Hari Ada Orang Meninggal, Warga Arosbaya Pakai Masker Rangkap Tiga

“Beginilah mau makan tidak ada yang dimasak. Apa alasannya, tolong tolong. Tolong, yang ada di sini kelaparan ini,” saut seorang pria yang mengenakan sarung warna merah dan berkaus abu-abu di dalam video itu.

Sedangkan pada video kedua juga memperlihatkan dua orang yang mengeluhkan fasilitas air bersih yang tidak tersedia di lokasi tersebut. Video berdurasi 20 detik itu memperlihatkan dua orang berada di ruangan yang terdapat kran airnya. Dua orang tersebut menunjukkan kran air yang sedang tidak mengalir.

“Tidak ada airnya, dari kemarin tidak ada airnya. Kamar mandinya juga gitu, kosong terus airnya. Tolong diperhatikan pak. Kami kesulitan air untuk MCK," ujar seorang pria yang mengenakan baju muslim dan bermasker di video tersebut.

Dua video yang beredar diduga berada di ruang isolasi penanganan covid-19 yang berada di STIKES Pemkab Jombang. Gedung tersebut memang dipergunakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jombang bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif covid-19.

Sementara itu, Koordinator GTPP Covid-19 Kabupaten Jombang, dr Pudji Umbaran membenarkan, video tersebut merupakan pasien positif Covid-19 warga Desa Plosokerep yang sedang diisolasi di gedung STIKES Pemkab Jombang. Video yang mengeluhkan fasilitas di ruang isolasi itu, kata Pudji, terjadi 3 hari yang lalu.

"Viral video dari keluhan para penghuni rumah isolasi STIKES Pemkab Jombang, dapat kami informasikan bahwa video tersebut kita terima beberapa hari yang lalu," ujarnya saat dihubungi wartawan, Senin (08/06/20).

(Koordinator GTPP Covid-19 Kabupaten Jombang, dr Pudji Umbaran).

Pudji mengakui, keluhan pasien terkait air di ruang isolasi tersebut juga dibenarkannya. Kendala air sudah terjadi sejak awal STIKES Pemkab Jombang digunakan sebagai rumah isolasi covid-19, (29/5) lalu. Masalah air tersebut kembali muncul ketika ruang isolasi telah terisi pasien sebanyak 75 orang.

“Pada awal digunakan penghuninya masih sedikit kurang lebih 15-20 orang, waktu itu masih tercukupi. Saat ini dengan penghuni yang lebih banyak kurang lebih sekitar 75 orang, tentu kebutuhan air mulai meningkat dan debit air berkurang,” jelasnya.

“Kami sudah instruksikan kepada pejabat terkait untuk melakukan pengeboran ulang, untuk menambah debit air dan kebutuhan air di STIKES Pemkab Jombang,” imbuhnya.

Protes para pasien terkait tidak adanya fasilitas memasak juga ditanggapi oleh Pudji. Ia mengungkapkan, alat masak tidak disediakan oleh pihak Pemerintahan Kabupaten Jombang karena khawatir potensi kebakaran di lokasi tersebut.

“Terkait video viral keinginan mereka disediakan kompor, memasak dan sebagainya, bisa kami jelaskan bahwa memang kami tidak menyediakan alat memasak. Mengingat bahwa potensi terjadinya kebakaran akan mengkhawatirkan bersama,” terangnya.

Untuk itu, sebagai gantinya pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jombang memberikan ekstra makanan berupa makanan ringan. Untuk makanan pokok, pihak Pemkab Jombang sudah mencukupinya dengan jadwal makan 3 kali dalam sehari.

“Hal itu kita tindaklanjuti dengan memberikan ekstra fooding. Artinya makanan kami tambahkan di samping makanan pokok yang kami kirimkan tiga kali sehari, sesuai jadwal makan di rumah sakit," pungkas Pudji. (aan/dur)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipan...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...