Jumat, 14 Agustus 2020 15:38

Sempat Viral, Video Penghuni Ruang Isolasi Covid-19 di Jombang Keluhkan Fasilitas

Senin, 08 Juni 2020 12:26 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Aan Amrulloh
Sempat Viral, Video Penghuni Ruang Isolasi Covid-19 di Jombang Keluhkan Fasilitas
“Tolong, beginilah nasibnya orang kecil. Mau masak supermi tidak ada kompor. Tolong ini, makan mie mentah,” ucap seorang ibu di dalam video tersebut.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Video sejumlah orang pasien penghuni ruang isolasi Covid-19, yang berada di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pemkab Jombang, mengeluhkan minimnya fasilitas serta pelayanan yang buruk beredar di grup WhatsApp.

Terdapat dua video yang sudah tersebar. Pertama, dengan durasi 31 detik dan yang kedua 20 detik. Dalam video pertama terlihat 5 orang berada di sebuah bangunan mirip kelas sekolah, dengan masing-masing orang memegang satu bungkus mie instan.

Pada percakapan di dalam video itu, seorang perempuan yang mengenakan baju daster warna cokelat berteriak minta tolong karena tidak bisa memasak, kemudian seorang pria juga menyauti dengan teriak kelaparan.

“Tolong, beginilah nasibnya orang kecil. Mau masak supermi tidak ada kompor. Tolong ini, makan mie mentah,” ucap seorang ibu-ibu di dalam video tersebut.

“Beginilah mau makan tidak ada yang dimasak. Apa alasannya, tolong tolong. Tolong, yang ada di sini kelaparan ini,” saut seorang pria yang mengenakan sarung warna merah dan berkaus abu-abu di dalam video itu.

Sedangkan pada video kedua juga memperlihatkan dua orang yang mengeluhkan fasilitas air bersih yang tidak tersedia di lokasi tersebut. Video berdurasi 20 detik itu memperlihatkan dua orang berada di ruangan yang terdapat kran airnya. Dua orang tersebut menunjukkan kran air yang sedang tidak mengalir.

“Tidak ada airnya, dari kemarin tidak ada airnya. Kamar mandinya juga gitu, kosong terus airnya. Tolong diperhatikan pak. Kami kesulitan air untuk MCK," ujar seorang pria yang mengenakan baju muslim dan bermasker di video tersebut.

Dua video yang beredar diduga berada di ruang isolasi penanganan covid-19 yang berada di STIKES Pemkab Jombang. Gedung tersebut memang dipergunakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jombang bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif covid-19.

Sementara itu, Koordinator GTPP Covid-19 Kabupaten Jombang, dr Pudji Umbaran membenarkan, video tersebut merupakan pasien positif Covid-19 warga Desa Plosokerep yang sedang diisolasi di gedung STIKES Pemkab Jombang. Video yang mengeluhkan fasilitas di ruang isolasi itu, kata Pudji, terjadi 3 hari yang lalu.

"Viral video dari keluhan para penghuni rumah isolasi STIKES Pemkab Jombang, dapat kami informasikan bahwa video tersebut kita terima beberapa hari yang lalu," ujarnya saat dihubungi wartawan, Senin (08/06/20).

(Koordinator GTPP Covid-19 Kabupaten Jombang, dr Pudji Umbaran).

Pudji mengakui, keluhan pasien terkait air di ruang isolasi tersebut juga dibenarkannya. Kendala air sudah terjadi sejak awal STIKES Pemkab Jombang digunakan sebagai rumah isolasi covid-19, (29/5) lalu. Masalah air tersebut kembali muncul ketika ruang isolasi telah terisi pasien sebanyak 75 orang.

“Pada awal digunakan penghuninya masih sedikit kurang lebih 15-20 orang, waktu itu masih tercukupi. Saat ini dengan penghuni yang lebih banyak kurang lebih sekitar 75 orang, tentu kebutuhan air mulai meningkat dan debit air berkurang,” jelasnya.

“Kami sudah instruksikan kepada pejabat terkait untuk melakukan pengeboran ulang, untuk menambah debit air dan kebutuhan air di STIKES Pemkab Jombang,” imbuhnya.

Protes para pasien terkait tidak adanya fasilitas memasak juga ditanggapi oleh Pudji. Ia mengungkapkan, alat masak tidak disediakan oleh pihak Pemerintahan Kabupaten Jombang karena khawatir potensi kebakaran di lokasi tersebut.

“Terkait video viral keinginan mereka disediakan kompor, memasak dan sebagainya, bisa kami jelaskan bahwa memang kami tidak menyediakan alat memasak. Mengingat bahwa potensi terjadinya kebakaran akan mengkhawatirkan bersama,” terangnya.

Untuk itu, sebagai gantinya pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jombang memberikan ekstra makanan berupa makanan ringan. Untuk makanan pokok, pihak Pemkab Jombang sudah mencukupinya dengan jadwal makan 3 kali dalam sehari.

“Hal itu kita tindaklanjuti dengan memberikan ekstra fooding. Artinya makanan kami tambahkan di samping makanan pokok yang kami kirimkan tiga kali sehari, sesuai jadwal makan di rumah sakit," pungkas Pudji. (aan/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...