Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron saat memberikan penjelasan usai rakor dengan Gugus Tugas dan Kemenag di Pendopo Agung, Kamis (4/6).
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron memberikan perhatian serius terhadap rencana kembalinya para santri ke pondok pesantren, setelah libur 2 bulan akibat pandemik Covid-19.
Ia meminta pengasuh pondok pesantren memberlakukan protokol ketat serta memastikan kesehatan para santri yang akan kembali ke pondok pesantren. Hal ini disampaikan bupati saat melaksanakan rapat koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kemenag, Kamis (4/6/2020). Rakor yang digelar di Pendopo Agung ini juga dihadiri para engasuh pondok pesantren.
BACA JUGA:
- Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Apresiasi Pemkab Lakukan Sidak Pajak Restoran
- Pemkab Bangkalan Gelar Jambore BUMDesa 2026, Strategi Produk Desa Tembus Pasar Modern
- Musrembang RKPD 2027 Bangkalan, Kepala Bappeda Jatim Minta Berdampak dan Selaras Program Nasional
- Pemkab Bangkalan Instruksikan ASN Ngantor Pakai Sepeda, Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
"Pengasuh pondok pesantren harus mengambil langkah-langkah bagi santri yang akan kembali, terutama santri dari luar Kota Bangkalan, harus dipastikan sehat. Selain itu, mereka harus membawa peralatan sendiri, seperti perlengkapan makan, tidur, dan sebagainya. Sementara di pondok sendiri, harus disediakan cuci tangan portabel, hand sanitizer, masker, serta vitamin C," ujar Abdul Latif.
Sementara Ketua PCNU Bangkalan KH. Makki Nasir menyarankan Kepala Dinas Kesehatan untuk memberikan sosialisasi tentang Covid-19 kepada para santri.
Terkait hal ini, Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil KH. Nasih Aschol juga meminta kepada Pemkab Bangkalan agar merumuskan kebijakan yang mengatur protokol kembalinya santri ke pondok pesantren. "Jangan sampai muncul klaster baru bagi pondok pesantren," katanya.
"Gugus Tugas Bangkalan harus dapat merumuskan kebijakan secara baik terkait kembalinya santri ke pondok pesantren. Artinya, penyebaran wabah ini harus betul-betul diminimalisir, mengingat tradisi kumpul-kumpul adalah tradisi santri. Sebab itu, santri penting mendapatkan perhatian dari Pemkab Bangkalan," ujarnya Kiai Nasih yang juga anggota DPRD Jatim itu. (uzi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




