Minggu, 12 Juli 2020 00:10

Ini Cerita Penyandang Disabilitas Terdampak Covid-19, Tak Ada Lagi yang Datang untuk Pijat

Rabu, 03 Juni 2020 09:06 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Muji Harjita
Ini Cerita Penyandang Disabilitas Terdampak Covid-19, Tak Ada Lagi yang Datang untuk Pijat
Umi Salamah, Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Di Kabupaten Kediri, jumlah penyandang disabilitas kurang lebih ada 4.000 orang. Namun dari jumlah itu, yang tercatat nama dan alamatnya di PDKK (Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri) hanya sekitar 200 orang saja.

Umi Salamah, Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri menjelaskan, bahwa selama pandemi Covid-19 ini anggotanya dan kawan-kawan disabilitas pada umumnya sangat lah terdampak.

"Ada kawan kami yang selama ini menggantungkan hidupnya dengan memijat. Tapi saat pendemi ini tidak ada orang yang datang untuk dipijat," kata Umi Salamah, Rabu (3/6).

Bahkan menurut Umi, ada kawan disabiltas di Kecamatan Mojo yang terpaksa harus menjual meja kursi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. "Ada lagi kawan kami yang selama ini pekerjaannya menjahit baju. Saat jahitan sudah jadi, oleh yang punya malah tidak diambil-ambil. Sedih rasanya mendengar kabar itu," ujar Umi.

Juga ada kawan disabilitas yang membuat kue lebaran dan menjualnya di saat menjelang lebaran. Tapi di lebaran tahun ini, pesanan kue sangat berkurang. "Sebenarnya masih banyak cerita suka dan duka dari kawan-kawan disabilitas. Meski begitu, kawan-kawan harus tetap bertahan di tengah pandemi ini," tuturnya.

"Alhamdulillah, Pemkab Kediri selama ini sangat perhatian dengan kami. Bantuan, terutama beras dan gula, selama pandemi sudah diberikan. Selain dari pemerintah, bantuan juga datang dari Baznas Kabupaten Kediri dan beberapa komunitas. Sehingga kawan-kawan disabilitas sangat terbantu, lebih-lebih di masa pandemi ini," terang Umi.

Selain itu, selama ini banyak penyandang disabilitas yang juga mendapat bantuan dari Pemerintah seperti PKH.

"Yang jelas semua bantuan yang diberikan kepada kami sangat lah berarti, terutama di tengah pandemi Covid-19 ini. Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih atas kepedulian pemerintah dan para dermawan kepada kelompok kami. Kami semua berharap, semoga pandemi Covid-19 ini, segera berakhir," pungkas Umi. (uji/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...