Minggu, 12 Juli 2020 00:36

Dewan Minta Pemerintah Siapkan Poskestren

Senin, 01 Juni 2020 21:14 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Dewan Minta Pemerintah Siapkan Poskestren
Muhammad Fawaid, Anggota DPRD Jatim/Pengasuh Ponpes Nurul Chotib Jember. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa telah memberi sinyal positif kepada pondok pesantren untuk kembali aktif menjalankan kegiatan belajar mengajar. Kebijakan itu dikeluarkan gubernur setelah para santri dua bulan ini menjalani libur.

Muhammad Fawaid, pengasuh pondok pesantren Nurul Chotib Al Qodiri IV Jember menyambut positif sinyal positif Gubernur Khofifah. Sebab, pihaknya mendapat banyak permintaan dari para wali santri agar pesantren kembali dibuka.

"Saya minta pemerintah menyiapkan dulu keberadaan Pos Kesehatan Pesantren atau Poskestren. Sebab Poskestren ini nantinya yang menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam menjalani protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan pesantren," ujar pria yang akrab disapa Gus Mufa ini, Senin (1/6/2020).

Menurut Ketua Komisi C DPRD Jatim itu, di Pondok Pesantren Nurul Chotib Al Qodiri IV sudah ada fasilitas Poskestren yang setaraf dengan klinik kesehatan. Sehingga pemprov tinggal membantu fasilitas pendukung.

Mufa mengingatkan, yang terpenting adalah pemprov memfasilitasi rapid test atau PCR swab kepada pesantren untuk memastikan santri dalam keadaan sehat, sebelum masuk pondok. Dengan begitu, apabila ada yang terindikasi positif Covid-19, bisa sejak awal dipisahkan.

"Pemprov sebaiknya menganggarkan dana penanggulangan Covid-19, dengan memfasilitasi rapid test atau PCR swab dan menyiapkan Poskestren di tiap pesantren," imbuh anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim tersebut.

Dewan Pembina Laskar Sholawat ini menilai para santri lebih aman berada di dalam lingkungan pesantren, ketimbang di luar pesantren. Karena interaksi santri dengan dunia luar dibatasi, sehingga potensi tertular Covid-19 sangat minim.

Karena itu, ia yakin kekhawatiran munculnya klaster baru bila santri kembali ke pesantren bisa ditepis. Dengan catatan, rapid test dan poskestren diadakan. Karena itu antara pemprov dengan pengurus pesantren harus berkoordinasi.

"Rapid test perlu dilakukan karena santri sudah dua bulan lebih di luar pesantren. Kalau di dalam pesantren, saya rasa justru lebih aman. Tinggal nanti protokol kesehatan Covid-19 dilaksanakan di lingkungan pesantren," pungkas politikus muda Gerindra itu. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...