Selasa, 11 Agustus 2020 16:31

Corona Ancam Pedagang Sayur Kota Batu, Ini Sebab-sebabnya

Sabtu, 23 Mei 2020 12:07 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Agus Salimullah
Corona Ancam Pedagang Sayur Kota Batu, Ini Sebab-sebabnya
?Area Pasar Pagi Kota Batu yang tetap ramai di masa PSBB berlangsung.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Ini peringatan bagi para pedagang sayur di Kota Batu dan sekitarnya. Pasalnya, hampir dua pekan ini yang menjadi sasaran empuk serangan Corona (Covid-19) kebanyakan para pedagang sayur, terutama pedagang sayur antarkota.

Hal itu karena perilaku di pasar tradisional tidak banyak berubah, meski Kota Batu sudah ditetapkan sebagai kawasan PSBB. Pasar Pagi Kota Batu tetap ramai oleh pedagang dan pembeli. Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 kerap lupa diterapkan.

Sudah 5 pedagang di Kota Batu, baik dari Pandanrejo, Temas, Giripurno, dan Pujon yang terpapar virus berbahaya ini. Mereka memiliki riwayat mengirim sayur ke Surabaya dan Pasar Karangploso, Kabupaten Malang.

Termasuk pasien konfirm ke-11 asal Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji ini. Pasien berjenis kelamin laki-laki, usia 57 tahun ini berprofesi sebagai petani dan sering mengirim sayur ke Pasar Karangploso. Sebelumnya, ia berstatus sebagai PDP dengan diagnosa pneumonia berat dan punya penyakit penyerta pneumonia.

"Yang bersangkutan sudah dilakukan rapid test dengan hasil reaktif baik, lg H dan lg M. Lalu dilanjutkan swab test dan hasilnya baru keluar dinyatakan positif," ujar M. Chori, Jubir Gugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, Sabtu (23/5).

Menurutnya, pasien tersebut sempat menjalani perawatan di RS Karsa Husada, masuk rumah sakit tanggal 21 April 2020 dengan keluhan batuk, demam, sesak napas, dan nyeri sendi. Saat itu juga langsung di-rontgen dan ada gambaran pneumonia berat. Selanjutnya dilakukan swab pertama tanggal 22 April 2020 dan swab kedua tanggal 23 April 2020.

Sementara itu, melihat perkembangan jumlah kasusnya meningkat yaitu 4 konfirm dan meninggal 1, maka telah dilakukan rapid test massal warga masyarakat Giripurno sebanyak 174 orang dan hasilnya 26 reaktif Covid-19.

"Atas dasar kondisi ini dan untuk mencegah serta melindungi warga masyarakat dari paparan virus corona, maka dilakukan rapat di Desa Giripurno dengan Kepala Desa, tokoh masyarakat, Kepala Dusun, RW dan RT, Camat dan jajaran Forpimcam serta Dinas Kesehatan. Akhirnya disepakati untuk diusulkan karantina wilayah lokal Desa Giripurno," jelas Chori.

"Saat ini sedang proses penetapan karantina wilayah lokal Desa Giripurno, nanti kalau sudah ditandatangani oleh Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batu akan kami infokan," terangnya.

Nantinya, warga yang hasil rapid test-nya reaktif harus melakukan isolasi mandiri tidak boleh keluar rumah dan berinteraksi dengan orang lain selama 14 hari. Selama isolasi yang bersangkutan harus berada di kamar tidur terpisah dengan anggota keluarga yang lain, mengenakan masker, menggunakan peralatan makan dan mandi terpisah.

"Selama masa isolasi mereka akan dipantau terus kondisinya selama 14 hari oleh tenaga kesehatan," jelasnya.

Disinggung tentang pengadaan konsumsi bagi mereka yang diisolasi, Chori menuturkan, telah disiapkan oleh pemerintah kota dan desa serta warga sekitar.

"Kemarin sempat muncul dalam rapat akan membuat dapur umum, kebetulan di BPBD sudah tersedia bahan pokok bantuan dari Provinsi Jawa Timur berupa beras 3 ton telur 200 kg dan mie 200 dus. Namun, hasil kesepakatan dengan pihak desa akan diberikan dalam bentuk bahan untuk di masak," pungkasnya. (asa/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...