Selasa, 04 Agustus 2020 18:57

Tak Bisa Pulang Dampak Covid-19, Ratusan Mahasiswa Thailand di Jember Jualan Takjil

Selasa, 19 Mei 2020 18:01 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muhammad Hatta
Tak Bisa Pulang Dampak Covid-19, Ratusan Mahasiswa Thailand di Jember Jualan Takjil
Ilustrasi. foto: net

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Sekitar 100 mahasiswa asal Patani, Thailand yang kuliah di Jember membuka kedai makanan dan minuman khas asal negaranya untuk takjil selama bulan Ramadan ini. Mereka sengaja melakukan itu sebagai bentuk melepas kerinduan pada kampung halaman.

Selain itu, alasan membuka kedai makanan dan minuman khas Thailand ini adalah sebagai sarana belajar berbisnis dan mengisi waktu luang. Karena mereka tahun ini tidak bisa mudik akibat situasi wabah Covid-19.

Namun meskipun dalam kondisi tersebut, komunikasi dengan orangtua di Thailand masih dapat lancar terjalin dan kiriman uang dari orangtua masih lancar diterima mereka.

"Kedai kami ini, kami beri nama Kedai Patani. Yang dijual makanan dan minuman asli negara kami. Bahkan bahan bakunya sengaja didatangkan langsung juga dari Patani," kata Ketua Pelaksana Bazar Patani Sulaiman saat dikonfirmasi wartawan dan fasih berbahasa Indonesia, Selasa (19/5/2020).

Lama di Indonesia, Sulaiman menjelaskan tentang kedai yang dibuka di jalan setapak Jawa 7 Kelurahan/Kecamatan Sumbersari ini. Kedainya itu berada di sebuah rumah kontrakan yang juga menjadi kantor sekretariat mahasiswa asal Negari Gajah Putih itu.

Mereka menyebutnya Himpunan Mahasiswa Patani Indonesia (HMPI). Di sana menjual makanan dan minuman khas negara Thailand, seperti thai tea dan kue tiau. Karena mahasiswa asal Patani mayoritas muslim, mereka juga menjual serta membuat roti maryam, dan juga jajanan tempura.

"Diberi saus kuah khusus, yang identik dengan rasa kecut dan pedas. Bahan bakunya, kami datangkan dari Patani, seperti bubuk thai tea kami, beda dengan yang ada di Indonesia. Thai tea menggunakan olahan bubuk daun teh," katanya.

Sulaiman mengatakan, ada sekitar 100 mahasiswa asal Patani di Jember. Tersebar di semua perguruan tinggi yang ada di Jember. Tujuan dibukanya kedai makanan itu untuk menampung kerinduan dengan daerah asalnya. Juga sebagai wadah untuk teman-temannya menikmati dan merasakan makanan-makanan asli Patani.

"Kalau kami rindu, kami datang ke sekret dan makan jajanan khas negeri kami ini. Sekarang ada Corona, jadi kami social distancing. Beli dimasak dan dibungkus bawa pulang, atau kami antar ke pemesan, tinggal chat di WA atau SMS," ujar Sulaiman.

Di samping itu juga, lanjut Mahasiswa Universitas Jember Jurusan Ekonomi ini, Kedai Patani menjadi wadah bisnis bagi teman-teman Patani. Terlebih, saat ini kondisinya di tengah pandemi tidak ada satupun dari temannya yang bisa kembali ke negeri asal.

"Kedai ini menjadi sarana berbisnis kami. Untuk belajar berwirausaha. Juga mengisi waktu luang, karena tak bisa pulang. Ya tahun ini Ramadan dan lebaran di Indonesia. Tapi untuk kebutuhan sehari-hari, bapak dan mak saya Alhamdulillah mencukupi, dan kalau rindu nak video call," ujarnya dengan logat melayu.

Diakui Sulaiman meski yang menjadi target utama penjualan kedainya adalah mahasiswa asal Patani, namun tak jarang warga sekitar sekretariatnya juga turut membeli makanan untuk berbuka puasa tersebut lantaran penasaran dengan cita rasa makanan Patani.

"Warga di sini (Jalan Jawa 7) baik-baik orangnya, dan juga kadang beli makanan atau minuman kami. Karena katanya penasaran, juga secara tidak langsung belajar tukar budaya," pungkasnya. (ata/yud)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...