Minggu, 05 Juli 2020 10:40

MUI Jember Desak Pemkab Buka Data Sebaran Covid-19 Hingga Tingkat Desa

Selasa, 19 Mei 2020 17:01 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Indrawan
MUI Jember Desak Pemkab Buka Data Sebaran Covid-19 Hingga Tingkat Desa
Ilustrasi. (freepik).

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Menimbang dari Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 28 Tahun 2020 perihal pelaksanaan Salat Idulfitri di tengah wabah Covid-19, MUI Jember mendesak Pemkab Jember agar membuka data sebaran Covid-19 hingga tingkat desa. Hal itu dilakukan, dengan tujuan sebagai bahan pertimbangan, dapat tidaknya digelar salat Idulfitri secara berjamaah di masjid, musala, atau lapangan.

Kondisi saat ini di Kabupaten Jember, data penyebaran Covid-19 yang dipublikasikan hanya pada tingkat kabupaten dan kecamatan. Hal itu, dinilai oleh Ketua MUI Jember, Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar mempersulit tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memutuskan apakah dapat melaksanakan salat Idulfitri berjamaah atau tidak.

"Kita perlu mawas diri dengan Covid-19 yang terlihat menyebar di Jember dan yang tidak kelihatan, sehingga perlu di tingkat desa itu (data jelas penyebaran Covid-19) ini, agar nantinya tokoh agama ataupun tokoh masyarakat dapat membaca penyebaran Covid-19 terkendali atau tidak," ujar Halim, Selasa (19/5/2020).

Menurutnya, dengan mengetahui data sebaran pasti hingga tingkat desa ini, akan menjadi pertimbangan terkait pelaksanaan salat Idulfitri itu sendiri. Apakah nantinya bisa dilaksanakan secara berjamaah atau cukup di rumah saja.

"Jika kita tahu situasinya, jika penyebaran Covid-19 ini tidak terkendali (bisa diambil pertimbangan), masyarakat untuk tidak perlu memaksakan diri melaksanakan salat Idulfitri berjamaah di lapangan, masjid, ataupun musala. Tapi di rumah saja," katanya.

"Meskipun sebaliknya, jika penyebaran Covid-19 terkendali. Maka kita juga perlu ikhtiar, untuk menjaga keselamatan diri sendiri, juga orang lain," imbuhnya.

Dosen IAIN Jember ini, juga mengingatkan agar masyarakat Kota Tembakau ini juga mengikuti protokol kesehatan dengan baik dan benar.

"Misal dengan membawa sajadah sendiri, pakai masker, cuci tangan dengan sabun, dan menggunakan hand sanitizer. Ini wajib, karena ini bentuk ikhtiar itu untuk menjaga keselamatan diri," tandasnya.

Lebih jauh Halim menyampaikan, untuk tradisi halalbihalal atau saling bersalam-salaman setelah salat Idulfitri, sementara dihindari terlebih dahulu.

"Memang situasi ini seakan ada yang kurang dan kurang lengkap saat perayaan Idulfitri. Tapi dihindari dulu untuk sama-sama menjaga kesehatan," pungkasnya. (ata/yud/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...