Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan BLT-DD Tahap I secara simbolik di Gedung Negara Grahadi Surabaya. foto: ist/ bangsaonline.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Provinsi Jawa Timur menempati posisi teratas dalam jumlah desa yang telah menerima penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).
"Kita berpacu dengan waktu agar BLT-DD tersebut bisa sesegera mungkin sampai ke masyarakat desa yang terdampak," ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jum'at (15/5) malam.
BACA JUGA:
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
- Tinjau Pasar Banjarejo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Stabil Jelang Idul Adha 2026
- Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup, Gubernur Khofifah Tinjau Koperasi Ternak di Lamongan
- Program Bongkar Ratoon Tebu Dimulai di Desa Pinggirsari

Berdasarkan data milik Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), hingga Kamis (14/5), jumlah desa yang telah menerima BLT-DD sebanyak 1.339 Desa di 21 Kabupaten/Kota senilai Rp. 66,96 Milyar.
Disusul berturut turut Jawa Barat 1.107 Desa, Sulawesi Tenggara 595 Desa, Sulawesi Tengah 555 Desa dan Sulawesi Selatan 469 Desa.
Alokasi Dana Desa Provinsi Jawa Timur sendiri tahun 2020 sebesar Rp. 7,570 triliun. Adapun pagu maksimal guna BLT-DD bisa mencapai Rp 2,285 triliun untuk 1.265.845 keluarga miskin terdampak COVID-19 di 7.724 desa.
Khofifah mengatakan, dirinya berharap seluruh warga desa terdampak Covid-19 bisa sesegera mungkin menerima BLT-DD tahap pertama sebelum Idul Fitri. Dengan begitu, beban ekonomi warga dapat sedikit banyak berkurang.
"BLT-DD ini bisa dimanfaatkan untuk membeli keperluan logistik jelang hari raya Idul Fitri tetapi jangan dipakai beli baju baru, gunakan untuk konsumsi makanan bergizi. Insyaallah, yang belum mendapatkan segera terdistribusikan," kata Khofifah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




