Rabu, 15 Juli 2020 10:21

Ratusan Sopir di Kota Batu Tak Tersentuh Bansos Covid-19

Rabu, 13 Mei 2020 10:44 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Agus Salimullah
Ratusan Sopir di Kota Batu Tak Tersentuh Bansos Covid-19
Suasana terminal Kota Batu. Banyak angkutan kota yang tidak beroperasi.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Dana miliaran rupiah untuk bantuan jaring pengaman sosial (JPS) bagi masyarakat Kota Batu terdampak Covid-19, ternyata tak menyentuh para sopir angkutan kota yang berjumlah sekitar 420 orang.

Mereka hanya menerima bantuan dari BRI yang bekerja sama dengan Polres sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan.

"Pemerintah Kota Batu belum memberikan bantuan sama sekali kepada sopir angkutan kota. Terus terang, keadaaan sopir sangat memprihatinkan," ujar Heri Junaidi, Ketua Paguyuban angkutan 9 jalur di Kota Batu, kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (13/5).

Ia mengungkapkan jumlah sopir yang tidak tersentuh bansos, baik BLT-DD, JPS, maupun bantuan dari Pemprov Jatim sebanyak 420 orang. Menurut Heri, para sopir hanya mendapat bantuan Rp 600 ribu dari BRI yang bekerja sama dengan Polres Batu. Itu pun jumlah sopir yang menerima hanya 330 orang.

"Saya menilai, Bansos yang disalurkan saat ini tidak tepat sasaran. Seharusnya yang berhak menerima adalah mereka yang terdampak covid-19, seperti para sopir kan sangat terdampak. Penumpang sepi karena tempat wisata ditutup. Tapi kenyataannya yang menerima justru mereka yang tidak terdampak, seperti para petani," jelasnya.

Menurutnya, Dishub sudah meminta data para sopir angkot dan untuk diserahkan ke Dinas Sosial. Namun ketika dikonfirmasi ke Dinsos, data sudah dimasukkan ke desa. Namun, kenyataannya dari desa tidak memberikan bantuan apapun kepada para sopir.

"Kami mohon kepada Pemkot Batu agar 420 sopir ini juga diperhatikan. Saat ini para sopir tidak mendapat penghasilan sama sekali. Dari sekitar 300 armada, yang beroperasi hanya sekitar 20 armada," terangnya.

Seperti diberitakan, Pemkot Batu telah menyiapkan anggaran untuk Jaring Pengaman Sosial tahap awal sebesar hampir Rp 45 miliar untuk 3 bulan ke depan dan akan disiapkan sampai 6 bulan.

Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 30 Ribu KK atau hampir 43,5 persen jumlah KK di Kota Batu. Mereka yang akan mendapatkan yaitu sektor informal dan masyarakat yang terdampak Covid-19.

Seperti para buruh tani/penggarap, pekerja yang dirumahkan, pekerja harian, PKL/UMKM, tukang ojek dan sopir angkut, pengelola kantin sekolah, pramuwisata / guide / pokdarwis, dan masyarakat kurang mampu yang di luar data DTKS. (asa/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...