Sabtu, 11 Juli 2020 04:45

Perluas Penerima Bantuan Sembako Kemensos, Pemkot Mojokerto Salurkan 1.262 KKS

Jumat, 08 Mei 2020 20:40 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Rochmad Aris
Perluas Penerima Bantuan Sembako Kemensos, Pemkot Mojokerto Salurkan 1.262 KKS
Wali Kota Mojokerto secara simbolis menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera bagi warga terdampak Covid-19.

KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pandemi Covid-19 di berbagai daerah terus meningkat setiap harinya hingga menimbulkan banyak kerugian. Tak terkecuali kerugian material yang berimbas pada aspek ekonomi, terutama pada kesejahteraan masyarakat. 

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bergerak cepat dengan menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diberikan dalam bentuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Dari data Dinas Sosial Kota Mojokerto, bantuan kartu keluarga sejahtera merupakan program perluasan bagi penerima yang belum mendapatkan bantuan sembako dari Kementerian Sosial (Kemensos). 

Di mana, keluarga penerima manfaat (KPM) yang berjumlah 4.469, saat ini mendapatkan penambahan sebanyak 2.081. Bantuan tersebut akan diterima oleh masyarakat mulai bulan April hingga Desember mendatang.

"Bantuan ini senilai Rp 300 ribu. Dengan rincian, Rp 200 ribu dari Kementerian Sosial dan Rp 100 dari Pemerintah Provinsi Jatim. Untuk bantuan dari pusat akan diterima oleh masyarakat selama sembilan bulan, sejak bulan ini," kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Jumat (8/5/2020). 

Sedangkan dari provinsi, Ning Ita, sapaan wali kota mengatakan hanya tiga bulan saja. Sehingga, setiap bulannya mereka dapat mencairkan ke e-warong sesuai dengan yang telah ditentukan. Dari kuota 2.081, yang baru mendapatkan kartu sebanyak 1.262 penerima.

Selain menyerahkan bantuan program KKS, hari ini Ning Ita juga menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) di Kantor Pos kepada 11.556 penerima. Bantuan sebesar Rp 600 ribu tersebut akan disalurkan oleh pemerintah daerah selama tiga bulan terhitung mulai bulan April. 

Bantuan-bantuan itu merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi warga terdampak Covid-19. Menyusul segera bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak 5.000 KK sebesar Rp 200.000 yang baru saja selesai verivali (verifikasi dan validasi) data kemarin.

Perlu diketahui, Pemkot Mojokerto juga menyiapkan jaring pengaman sosial bagi warga terdampak Covid-19, yang mulai diberikan sejak 15-30 April. Ada 600 tukang becak, 300 disabilitas, 369 anak yatim non panti, 1.264 lansia kurang mampu dan 6.458 keluarga pra-sejahtera yang mendapatkannya. 

Anggaran bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta anggaran dari pemerintah pusat (APBN). Dan 5.500 paket sembako bagi masyarakat terdampak yang tidak mendapat bantuan ataupun yang baru mendapatkan BPNT di mana saat ini data sedang dalam proses verifikasi. 

Adapun dalam tahun 2020, total bantuan sosial berdasarkan data pada bulan April-Mei adalah sebesar Rp 56.548.220.000 (Rp 56 miliar lebih) bagi kurang lebih 28.606 KK. (ris/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...