Rabu, 15 Juli 2020 10:01

5.000 KK Warga Terdampak Covid-19 Kota Batu Terima Bantuan dari Provinsi

Jumat, 08 Mei 2020 12:29 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Agus Salimullah
5.000 KK Warga Terdampak Covid-19 Kota Batu Terima Bantuan dari Provinsi
Suasana penyaluran bantuan program Jaring Pengaman Sosial di Kota Batu.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Sedikitnya 5.000 Kepala Keluarga (KK) di Kota Batu yang terdampak Covid-19 akan dibantu pemerintah provinsi masing-masing sebesar Rp 200 ribu, ditambah bantuan Pemkot Batu sebesar Rp 800 ribu.

Para penerima bantuan tersebut, adalah warga yang belum menerima bantuan dari pemerintah, baik PKH, BPNT, Bantuan Langsung (BL), dan Jaring Pengaman Sosial (JPS) pada bulan Mei hingga Juli 2020.

"Sesuai dengan kebijakan pemerintah Kota Batu yang memberikan bantuan senilai Rp 1 juta bagi masyarakat yang miskin atau kurang mampu dan terdampak Covid-19, maka kelompok masyarakat yang menerima bantuan dari provinsi Jatim akan diberi tambahan oleh pemerintah Kota Batu sebesar Rp 800 ribu, sehingga semuanya sama, yaitu Rp 1 juta," ujar M. Chori, Jubir Gugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, Jumat (8/5).

Ia menjelaskan data penerima bantuan sebanyak 5.000 KK ini sudah termasuk di data penerima bantuan sebanyak 30 ribu KK di Kota Batu. Mereka terdiri dari keluarga miskin, pekerja yang di-PHK, pekerja yang dirumahkan, dan masyarakat yang ekonominya terdampak covid-19.

Berdasarkan hasil teleconference Kepala Gugas Covid-19 Kota Batu dengan Gubernur Jatim, bahwa bantuan dari provinsi penggunaannya bisa dalam bentuk bantuan pangan (beras, telur, dan minyak) atau dalam bentuk uang, tergantung pemda masing-masing. Bahkan, Kabupaten Blitar mengusulkan untuk ditambah sambel pecel guna mendukung produk UMKM.

"Pemerintah Kota Batu nanti akan diberikan dalam bentuk uang senilai Rp 200 ribu per KK selama 3 bulan mulai Mei hingga Juli," terangnya.

M. Chori menambahkan, dalam penyaluran bantuan, Pemkot Batu menggunakan 2 sumber data, yaitu DTKS yang selama ini memang digunakan sebagai basis oleh pemerintah termasuk kemensos. Selain itu ada data non DTKS, yaitu data di luar DTKS yang memang terdampak Covid-19.

"Pendataan kelompok non DTKS ini butuh waktu. Setelah data terkumpul lalu diklasifikasikan lagi mana yang diusulkan melalui sumber dana pemerintah pusat, provinsi Jatim, Kota Batu, serta desa. Sebab, sesuai ketentuan tidak boleh tumpang tindih," pungkasnya. (asa/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...