Ketua PD DMI Gresik Zainal Abidin (kiri) saat menyerahkan bantuan. foto: ist
"Kami akui apa yang PD DMI berikan masih jauh dari kecukupan. Namun semangat dan peduli kami kepada masyarakat dalam pencegahan berkembangnya virus COVID-19 sangat tinggi, terlebih dalam membantu masyarakat kurang beruntung yang sangat terdampak ekonomi," sambungnya.
Zainal Abidin menambahkan, PD DMI juga telah membentuk Satgas Lawan Corona (COVID-19) bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemkab Gresik. "Tim Satgas ini terdiri dari pengurus PD DMI, PD Perhimpunan Remaja Masjid (Prima), dan PD Badan Koorinasi Majelis Ta'lim Masjid (BKMM)," katanya.
Pada kesempatan ini, Zainal Abidin juga meminta kepada para kepala desa (kades), Bappelitda, dan Dinsos, agar memasukkan para ustadz maupun ustadzah, termasuk guru ngaji di TPQ/TPA, sebagai data baru penerima bantuan jaring pengaman sosial (JPS) bantuan langsung tunai (BLT) dampak COVID-19.
"Para pengajar ini tidak mungkin sambat karena sifat tawaddu'. Sementara mau jualan pentol atau mau kerja lain tidak bisa atau susah melakukannya di saat pandemi COVID-19," paparnya.
Sementara Ketua Ketua Satgas Lawan Corona PD DMI Gresik, Robbah Khunaifi, S.H.I., M.E., mengajak semua elemen masyarakat ikut bergerak membantu pencegahan sebaran COVID-19, dan membantu warga yang terdampak COVID-19.
"Kami juga berharap Gugus Tugas COVID-19 Pemkab Gresik lebih proaktif dan responsif terhadap gerakan-gerakan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga agama dan swasta, sehingga bisa lebih besar dan sinergis dalam melawan sebaran COVID-19," pungkasnya. (hud/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




